TORAKUR, Inovasi Olahan Tomat Bunggalo yang Didorong Menjadi Produk Unggulan Desa

Oleh: Berty H. Meluko . 21 Oktober 2026 . 11:29:29

Melimpahnya hasil panen tomat di Desa Bunggalo, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, mendorong tim KKN Tematik Tahap II Tahun 2026 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan inovasi olahan pangan bernama TORAKUR (Tomat Rasa Kurma). Program ini tidak hanya berfokus pada pengolahan tomat menjadi produk bernilai tambah, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam pengemasan dan pemasaran digital.

Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengemasan dan Digital Marketing TORAKUR (Tomat Rasa Kurma) di Desa Bunggalo” ini didampingi oleh tim DPL dari Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian UNG, yang diketuai Muhammad Isra bersama Lisna Ahmad dan Rahmiyati Kasim.

Inovasi TORAKUR berangkat dari persoalan pascapanen yang dihadapi masyarakat ketika hasil panen tomat melimpah. Tomat segar memiliki daya simpan relatif pendek sehingga berisiko mengalami kerusakan apabila tidak segera dipasarkan atau diolah. Kondisi tersebut membuka peluang untuk mengembangkan produk olahan yang dapat memperpanjang pemanfaatan hasil panen sekaligus meningkatkan nilai ekonominya.

Melalui TORAKUR, tomat diolah menjadi produk bercita rasa manis yang terinspirasi dari kurma. Produk ini mengusung slogan “Manisnya Kurma, Segarnya Tomat” dan dikembangkan sebagai alternatif olahan pangan lokal yang berpotensi dipasarkan sebagai camilan maupun oleh-oleh khas daerah.

Prototipe TORAKUR dikemas dalam ukuran bersih 200 gram dengan bahan utama berupa tomat, gula, dan air. Selain pengembangan produk, perhatian juga diberikan pada aspek pengemasan dan pelabelan agar produk memiliki tampilan yang menarik serta informasi yang memadai bagi konsumen.

Pengemasan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan produk pangan karena dapat membantu menjaga kualitas produk sekaligus membangun daya tarik di pasar. Sementara itu, pemasaran digital diperkenalkan sebagai sarana untuk memperluas jangkauan promosi dan memperkenalkan TORAKUR kepada calon konsumen di luar lingkungan desa.

Pelaksanaan program dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi permasalahan pascapanen tomat, demonstrasi pembuatan TORAKUR, edukasi mengenai pengemasan dan pelabelan, hingga pelatihan pemasaran digital. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mengenal inovasi produk, tetapi juga memahami aspek penting dalam mempersiapkan produk untuk dipasarkan.

Evaluasi terhadap 30 responden masyarakat menunjukkan hasil positif pada aspek peningkatan pengetahuan dan pelaksanaan kegiatan. Pengetahuan peserta mengenai pengemasan memperoleh skor 3,69 dari skala 4, sedangkan pengetahuan pemasaran digital mencapai 3,61 dari skala yang sama.

Penyampaian materi dan demonstrasi produk memperoleh skor 3,65 dari 4. Adapun efikasi diri peserta, yakni keyakinan terhadap kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh, mencapai skor 3,57. Secara keseluruhan, kegunaan program dinilai sebesar 3,67 dari 4.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan mendapat penilaian positif dari peserta, terutama dalam memberikan pemahaman mengenai pengemasan dan pemasaran digital. Bekal pengetahuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan TORAKUR sebagai produk olahan yang memiliki identitas dan peluang pasar.

Penerimaan konsumen terhadap produk juga dievaluasi melalui uji sensoris yang melibatkan 30 responden. Penampilan produk memperoleh nilai 4,49 dari 5, aroma 4,32, tekstur 4,36, dan rasa 4,31. Sementara itu, penerimaan keseluruhan terhadap produk mencapai 4,49 dari 5.

Dari aspek penilaian lainnya, kesesuaian produk memperoleh skor 4,53 dari 5, sedangkan tingkat keunikan mencapai 4,60. Hasil ini memperlihatkan bahwa TORAKUR mendapatkan tanggapan positif dari responden, khususnya dari segi keunikan dan kesesuaian produk.

Minat konsumen terhadap produk juga terlihat dari hasil pengujian tersebut. Sebanyak 90 persen responden menyatakan berminat untuk mengonsumsi TORAKUR kembali, sementara 96,7 persen menyatakan bersedia merekomendasikannya kepada konsumen lain.

Temuan tersebut menjadi indikasi awal bahwa TORAKUR memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Meski demikian, penguatan kualitas produk, konsistensi proses produksi, ketahanan simpan, serta strategi pemasaran tetap diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha secara berkelanjutan.

Melalui program KKN Tematik ini, UNG mendorong masyarakat Desa Bunggalo untuk melihat hasil pertanian tidak hanya sebagai komoditas segar, tetapi juga sebagai bahan baku produk olahan yang memiliki nilai tambah. Perpaduan inovasi pengolahan, pengemasan yang baik, dan pemasaran digital diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus mendukung pengembangan produk pangan berbasis potensi lokal.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026