
Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026 melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. Mengusung tema “Penguatan Pangan Keluarga melalui Pengembangan Budidaya Adaptif Iklim dan Diversifikasi Pemanfaatan Bulir Sorgum”, program ini mendorong pengembangan alternatif komoditas pertanian yang lebih adaptif terhadap kondisi iklim sekaligus memperluas pemanfaatan sorgum sebagai bahan pangan keluarga.
Program pengabdian ini dibimbing oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang diketuai Dr. Irwan Bempah, S.P., M.P., bersama anggota., Ir. Agus Bahar Rachman, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM, dan Rival Rahman, S.P., M.Si. Pelaksanaannya melibatkan 15 mahasiswa KKN Tematik serta didukung kolaborasi bersama PT Sorbu Agro Energi, Pemerintah Desa Tolotio, dan kelompok tani setempat.
Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi kemarau berkepanjangan yang menyebabkan sejumlah lahan pertanian jagung di Desa Tolotio mengalami kekeringan dan menurunnya produktivitas. Kondisi tersebut mendorong perlunya alternatif budidaya yang dapat menyesuaikan diri dengan keterbatasan air. Melalui program ini, mahasiswa bersama mitra memperkenalkan sorgum sebagai salah satu tanaman yang relatif tahan terhadap kekeringan dan berpotensi dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pertanian.
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, observasi lapangan, wawancara, serta identifikasi potensi pertanian dan kebutuhan masyarakat. Hasil identifikasi tersebut menjadi dasar penyusunan rencana kerja, sosialisasi program, penyiapan lahan percontohan atau demonstration plot (demplot), serta pengorganisasian kelompok tani dan kelompok perempuan atau keluarga sebagai sasaran kegiatan.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah sekolah lapang budidaya sorgum adaptif iklim. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pendampingan mengenai pengembangan sorgum melalui lahan percontohan, termasuk pengamatan pertumbuhan tanaman. Pendekatan sekolah lapang diharapkan membantu petani mengenali karakteristik tanaman serta memperoleh pengalaman praktis dalam mengembangkan alternatif komoditas pertanian di tengah tantangan perubahan kondisi iklim.
Selain aspek budidaya, program ini juga menitikberatkan pada pemanfaatan hasil panen sebagai bahan pangan keluarga. Mahasiswa melaksanakan pelatihan pengolahan bulir sorgum menjadi tepung yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan dasar berbagai produk pangan. Upaya ini menjadi bagian dari pengenalan diversifikasi pangan, sehingga sorgum tidak hanya dipandang sebagai komoditas pertanian, tetapi juga memiliki potensi untuk diolah menjadi produk konsumsi yang bervariasi.
Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut adalah SORBITO (Biskuit Sorgum Sehat Keluarga). Produk ini diperkenalkan sebagai alternatif jajanan berbasis sorgum yang dapat mendukung pemanfaatan bahan pangan lokal. Pengolahan sorgum menjadi biskuit juga membuka peluang bagi keluarga untuk mengenal bentuk olahan pangan yang lebih praktis sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk berbasis hasil pertanian.
Pengembangan SORBITO menjadi bagian penting dari upaya menghubungkan sektor budidaya dengan pengolahan pangan. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada peluang peningkatan nilai tambah sorgum, mulai dari pengembangan tanaman hingga pemanfaatan bulirnya menjadi produk olahan. Apabila dikembangkan secara berkelanjutan, inovasi ini berpotensi membuka peluang usaha berbasis pangan lokal sekaligus memperluas pilihan bahan pangan keluarga.
Sejumlah luaran dihasilkan melalui program ini, antara lain lahan percontohan budidaya sorgum adaptif iklim, pelaksanaan sekolah lapang untuk meningkatkan kapasitas petani, serta produk olahan SORBITO.
Kolaborasi antara UNG, PT Sorbu Agro Energi, pemerintah desa, kelompok tani, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sinergi tersebut menghubungkan pendampingan akademik dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian akibat kondisi iklim dan mengoptimalkan potensi pangan lokal.
Melalui rangkaian kegiatan KKN Tematik Tahap II Tahun 2026 di Desa Tolotio, sorgum diperkenalkan sebagai salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pertanian dan pangan keluarga. Penguatan kapasitas petani melalui sekolah lapang serta pengolahan bulir sorgum menjadi produk pangan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam mengembangkan pertanian yang lebih adaptif dan memperluas pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026