
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahap II Tahun 2026 mengembangkan inovasi pengolahan limbah perikanan menjadi produk pangan bernilai tambah melalui program pengabdian kepada masyarakat di Desa Hungayonaa, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Diversifikasi Produk Perikanan Berbasis Tulang Ikan Tuna untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, program ini mendorong pemanfaatan potensi perikanan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat.
Kegiatan ini dibimbing oleh tiga Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Amir Lukum, S.Pd., MSA, Dr. Mahdalena, S.E., M.Si., dan Zulkifli Bokiu, S.E.Ak., M.Si. Sebanyak 15 mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan program yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah tulang ikan tuna menjadi produk pangan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Program pemberdayaan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemanfaatan limbah tulang ikan tuna menjadi produk bernilai tambah serta terbatasnya pendampingan berkelanjutan dalam pengembangan inovasi pangan berbasis potensi perikanan setempat. Padahal, tulang ikan yang belum dimanfaatkan secara optimal berpotensi diolah menjadi produk pangan apabila melalui proses pengolahan yang tepat dan memenuhi standar keamanan pangan.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG melaksanakan kegiatan secara bertahap. Tahap awal dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat sasaran, dilanjutkan dengan pemetaan sumber bahan baku, pengukuran volume limbah tulang ikan tuna, serta identifikasi pengetahuan dan keterampilan awal masyarakat melalui observasi dan wawancara.
Tahap berikutnya berupa edukasi dan pelatihan mengenai keamanan pangan, sanitasi, serta higiene personal dalam proses produksi. Mahasiswa juga memfasilitasi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengolahan tulang ikan tuna sebagai pedoman untuk mendukung proses produksi yang lebih terarah, konsisten, dan memperhatikan kebersihan serta keamanan produk.
Penerapan pengetahuan tersebut dilanjutkan melalui praktik langsung pembuatan kerupuk tulang ikan tuna. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada proses diversifikasi produk perikanan dengan memanfaatkan bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah. Pengolahan tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna hasil samping perikanan sekaligus memperkenalkan alternatif produk pangan berbasis potensi lokal.
Inovasi kerupuk tulang ikan tuna diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Hungayonaa dalam mengembangkan produk olahan yang memiliki peluang ekonomi. Selain membantu mengurangi limbah perikanan, diversifikasi produk juga berpotensi memperluas pilihan usaha berbasis sumber daya lokal. Pengembangannya tetap perlu memperhatikan komposisi bahan, keamanan pangan, mutu produk, kemasan, serta penerimaan konsumen agar dapat bersaing di pasar.
Untuk mengetahui perkembangan dan hasil pelaksanaan program, mahasiswa melakukan monitoring dan evaluasi melalui post-test, observasi keterampilan peserta, pencatatan volume limbah yang dimanfaatkan, serta jumlah produk yang dihasilkan. Evaluasi juga mencakup penerapan SOP, kemampuan masyarakat dalam memproduksi kerupuk, dan perhitungan analisis usaha sebagai dasar untuk menilai peluang pengembangan produk secara ekonomi.
Rangkaian kegiatan ini dilengkapi dengan luaran berupa produk kerupuk tulang ikan tuna, video dokumentasi yang dipublikasikan melalui YouTube, serta berita pada media daring. Berbagai luaran tersebut diharapkan dapat memperluas penyebarluasan informasi mengenai inovasi pengolahan limbah perikanan dan menjadi referensi bagi pengembangan kegiatan serupa di masyarakat.
Melalui program KKN Tematik ini, mahasiswa UNG berupaya menghubungkan penerapan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi perikanan lokal. Pendampingan yang mencakup pemetaan bahan baku, pelatihan, praktik produksi, hingga evaluasi usaha menjadi bagian penting untuk membangun keterampilan masyarakat secara bertahap.
Pelaksanaan program di Desa Hungayonaa diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat limbah perikanan bukan semata-mata sebagai bahan buangan, melainkan sebagai sumber daya yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Dengan dukungan keterampilan pengolahan, penerapan keamanan pangan, dan pendampingan yang berkelanjutan, inovasi kerupuk tulang ikan tuna diharapkan dapat berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026