Riset Ungkap Potensi Integrasi Tanaman Pangan dan Sapi Potong untuk Penguatan Pertanian Gorontalo

Oleh: Berty H. Meluko . 18 Agustus 2026 . 10:24:25

Integrasi tanaman pangan dan sapi potong dinilai memiliki potensi untuk mendorong penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pertanian di Gorontalo. Sebuah penelitian mengembangkan model integrasi berbasis teknologi dan ekosistem hilirisasi yang menghubungkan kegiatan pertanian dan peternakan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Penelitian ini dilakukan oleh Mahyudin Humalanggi, Mohammad Zubair Hippy, Muhammad Mukhtar, Sutrisno Hadi Purnomo, Siti Rahmatia Machieu, Nancy Noviana Lantapon, dan Ivana Butolo. Studi tersebut mengkaji efektivitas integrasi tanaman pangan dengan sapi potong sekaligus merancang model pengembangannya untuk memperkuat struktur sosial dan kesejahteraan masyarakat di Gorontalo.

Konsep integrasi ini memungkinkan hasil samping dari satu usaha dimanfaatkan untuk usaha lainnya. Limbah tanaman pangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk organik untuk lahan pertanian. Dengan cara tersebut, penggunaan sumber daya dapat menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap input dari luar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan integrasi tergolong cukup efektif dalam mendukung struktur sosial masyarakat. Aspek sosial dan kemitraan menunjukkan kinerja yang baik, ditandai dengan adanya kepercayaan dan kerja sama antarpihak. Namun, aspek lingkungan masih menjadi bagian yang perlu diperkuat, sementara aspek ekonomi menjadi prioritas utama yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Dari sisi ekonomi, petani yang menerapkan sistem integrasi memiliki nilai R/C ratio sebesar 2,75, sedangkan petani yang tidak menerapkan integrasi berada pada angka 2,09. Meski menunjukkan nilai yang lebih tinggi, hasil uji statistik menunjukkan perbedaan pendapatan kedua kelompok belum signifikan secara statistik. Artinya, integrasi memiliki potensi ekonomi, tetapi masih membutuhkan penguatan agar manfaat tersebut dapat dirasakan secara lebih optimal.

Penelitian kemudian merancang strategi pengembangan dengan pendekatan SWOT dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasilnya menunjukkan bahwa kemitraan dan kolaborasi menjadi faktor paling dominan, disusul penerapan teknologi pertanian dan peternakan, pengelolaan sumber daya alam, kualitas sumber daya manusia, infrastruktur dan dukungan kebijakan, serta akses pasar dan distribusi.

Strategi yang mendapat prioritas utama adalah mempercepat penguatan kelompok tani dan peternak berbasis pertanian organik melalui kemitraan dan modal sosial. Strategi berikutnya mencakup pemasaran terpadu produk, penguatan sistem produksi dan produktivitas, pengembangan infrastruktur serta teknologi, dukungan permodalan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dari rangkaian analisis tersebut, penelitian menghasilkan LAMAHU Octahelix Model, singkatan dari Livestock and Agriculture Management for Holistic Utilization. Model ini dirancang untuk menghubungkan seluruh rantai agribisnis, mulai dari produksi hingga hilirisasi, dengan melibatkan teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, serta kerja sama berbagai pemangku kepentingan.

Dalam model tersebut, pemerintah desa melalui BUMDes dan kelompok masyarakat memiliki peran penting sebagai penggerak. Petani dan peternak menjadi pelaksana utama, sementara pemerintah daerah, penyuluh, sektor swasta, pelaku UMKM, perguruan tinggi, serta konsumen memiliki peran masing-masing dalam membangun ekosistem yang saling mendukung.

Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi tanaman pangan dan sapi potong tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi. Penguatan kemitraan, teknologi, pengelolaan sumber daya, pemasaran, infrastruktur, permodalan, dan kapasitas pelaku menjadi bagian penting agar sistem tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. Melalui pendekatan LAMAHU, integrasi pertanian dan peternakan diarahkan menjadi ekosistem agribisnis dari hulu hingga hilir yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat Gorontalo.

 

Sumber: https://researcherslinks.com/current-issues/Development-Model-of-Food-Crop-Beef/33/8/10355/html

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026