
Naskah pengobatan tradisional tidak hanya mencatat praktik kesehatan yang berkembang di masyarakat, tetapi juga menyimpan pengetahuan, bahasa, dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam naskah tersebut, penggunaan lebih dari satu bahasa menjadi bagian penting dalam menyampaikan dan mempertahankan pengetahuan pengobatan tradisional.
Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan Ellyana Hinta, Mirna Yusuf, Asna Ntelu, Muassomah, dan Rasuna Thalib. Penelitian ini mengkaji pencampuran bahasa dalam naskah pengobatan tradisional Indonesia, khususnya penggunaan bahasa lokal, Arab, dan Melayu serta kaitannya dengan pemahaman dan penyebaran pengetahuan kesehatan tradisional.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui kajian terhadap naskah, observasi lapangan, dan wawancara dengan 10 informan yang memiliki pengetahuan tentang pengobatan tradisional dan pemaknaan naskah. Para peneliti kemudian mengidentifikasi unsur kebahasaan yang muncul, meliputi pilihan kata, struktur kalimat, dan bahasa figuratif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran bahasa dalam naskah tidak sekadar mempertemukan beberapa bahasa dalam satu teks. Pilihan kata digunakan untuk menyampaikan instruksi, larangan, maupun gambaran mengenai praktik pengobatan. Sementara itu, struktur kalimat dan ungkapan tertentu mencerminkan latar budaya serta keyakinan masyarakat yang menjadi bagian dari pengetahuan tradisional tersebut.
Pada naskah pengobatan tradisional Gorontalo, misalnya, ditemukan perpaduan bahasa lokal dengan bahasa Arab dan Melayu. Pencampuran tersebut hadir dalam berbagai ungkapan yang berkaitan dengan praktik pengobatan untuk sejumlah keluhan kesehatan. Naskah juga memanfaatkan pengulangan, perbandingan, dan bentuk bahasa figuratif lainnya untuk memperkuat makna yang ingin disampaikan.
Menurut penelitian ini, penggunaan berbagai unsur bahasa dapat membantu pengetahuan tradisional tetap dipahami oleh masyarakat dalam lingkungan yang memiliki keragaman bahasa. Bahasa lokal menjaga keterkaitan pengetahuan dengan lingkungan budaya masyarakat, sedangkan masuknya unsur bahasa lain menunjukkan adanya pertukaran pengetahuan dan budaya yang berlangsung dalam sejarah.
Temuan tersebut menempatkan bahasa sebagai salah satu unsur penting dalam pelestarian pengetahuan kesehatan tradisional. Memahami cara bahasa digunakan dalam naskah dapat membantu membuka akses terhadap pengetahuan lokal sekaligus mendukung proses pewarisannya di tengah perubahan bahasa dan perkembangan zaman.
Penelitian ini menunjukkan bahwa naskah pengobatan tradisional merupakan sumber pengetahuan yang mempertemukan bahasa, budaya, dan kesehatan. Karena itu, upaya mendokumentasikan dan melestarikannya tidak hanya perlu memperhatikan isi naskah, tetapi juga bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pengetahuan tersebut agar maknanya tetap dapat dipahami oleh generasi berikutnya.
Sumber: Link jurnal
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026