
Ketersediaan beras di pasaran tidak hanya bergantung pada seberapa banyak produksi yang dihasilkan petani. Kelancaran distribusi, kemampuan pelaku usaha merespons perubahan, hingga dinamika harga turut berkaitan dengan bagaimana rantai pasok beras berjalan. Hal ini menjadi perhatian dalam penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kinerja rantai pasok beras di Provinsi Gorontalo.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Ria Indriani dan Supriyo Imran dari Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menganalisis hubungan antara berbagai faktor dalam rantai pasok beras, termasuk ketersediaan, kelancaran distribusi, kelincahan dalam merespons perubahan, harga beras, serta kepuasan konsumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan beras dan kelancaran distribusi menjadi bagian penting yang berkaitan dengan kinerja rantai pasok. Penelitian juga menemukan bahwa kemampuan pelaku rantai pasok untuk bergerak cepat menghadapi perubahan turut memengaruhi ketersediaan dan distribusi beras.
Kemampuan tersebut antara lain terlihat dari komunikasi yang baik dengan pemasok, kesiapan menghadapi kondisi yang tidak pasti, serta hubungan kerja sama antarpelaku rantai pasok. Dengan kondisi pasar yang dapat berubah, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pasokan beras tetap tersedia dan dapat disalurkan dengan baik.
Sementara itu, harga beras memiliki hubungan yang cukup kompleks dalam rantai pasok. Penelitian menemukan bahwa perubahan harga berpengaruh terhadap kepuasan konsumen. Namun, pengaruh harga secara langsung terhadap keseluruhan kinerja rantai pasok tidak menunjukkan hasil yang signifikan dalam model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa harga tidak dapat dilihat secara terpisah dari kondisi ketersediaan dan distribusi beras.
Penelitian juga menunjukkan bahwa integrasi proses, pertukaran informasi, dan hubungan jangka panjang antar pelaku rantai pasok belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap ketersediaan maupun distribusi beras dalam model yang digunakan. Di lapangan, keputusan petani dalam memilih pembeli juga dapat dipengaruhi oleh harga yang ditawarkan. Kondisi tersebut dapat membuat hubungan yang telah terjalin dengan satu pihak tidak selalu berlangsung secara tetap.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa rantai pasok beras merupakan sistem yang saling berkaitan. Ketersediaan dan kelancaran distribusi menjadi aspek penting dalam menjaga kinerja rantai pasok, sementara kemampuan beradaptasi dan dinamika harga turut membentuk hubungan antarbagian di dalamnya. Faktor eksternal seperti kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, persaingan pasar, serta perubahan preferensi konsumen juga dapat memengaruhi hubungan tersebut.
Temuan ini memberikan gambaran bahwa pengelolaan rantai pasok beras di Gorontalo perlu memperhatikan lebih dari sekadar peningkatan produksi. Kelancaran distribusi, kemampuan merespons perubahan, serta pengelolaan harga dan hubungan antarpelaku menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga ketersediaan beras bagi masyarakat.
Sumber: https://agriacad.eu/ojs/index.php/bjas/article/view/2794
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026