
Limbah kotoran hewan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal kini dikembangkan menjadi sumber daya yang mendukung pertanian berkelanjutan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) memberdayakan Kelompok Wanita Tani di Desa Bulotalangi Timur, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, untuk mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik.
Program yang mengusung judul “Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Berbasis Pemanfaatan Limbah Kotoran Hewan sebagai Pupuk Organik untuk Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan” dilaksanakan oleh tim pengabdian UNG yang terdiri atas Silvana Apriliani, S.P., M.Si., Agustinus Moonti, S.E., M.M., Rival Rahman, S.P., M.Si., serta melibatkan sejumlah mahasiswa UNG sebagai bagian dari tim pelaksana. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek Tahun 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.
Pelaksanaan program berangkat dari potensi Desa Bulotalangi Timur yang memiliki aktivitas pertanian dan peternakan. Dari kegiatan tersebut, limbah kotoran hewan menjadi salah satu sumber daya yang berpotensi dimanfaatkan, namun belum dikelola secara maksimal. Melalui program ini, tim pengabdi menghadirkan pendampingan agar limbah tersebut dapat diolah menjadi produk pupuk organik yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Kelompok Wanita Tani mendapatkan pelatihan dan pendampingan mulai dari proses pengolahan limbah kotoran hewan, teknik pembuatan pupuk organik, hingga pemanfaatannya dalam kegiatan budidaya tanaman. Pendekatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sumber daya lokal sekaligus menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Melalui inovasi tersebut, tim pengabdian bersama Kelompok Wanita Tani berhasil menghasilkan produk Bulotani Pupuk Organik. Produk ini dikembangkan sebagai bentuk pemanfaatan limbah kotoran hewan menjadi pupuk yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian sekaligus menjadi identitas hasil inovasi masyarakat Desa Bulotalangi Timur.
Pengembangan Bulotani Pupuk Organik diharapkan dapat menjadi alternatif dalam mendukung kebutuhan pupuk bagi masyarakat, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara lebih produktif. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pengolahan limbah menjadi produk pertanian juga membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu menghasilkan inovasi yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat.
“Pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi dan pendampingan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Produk yang dihasilkan melalui program pengabdian diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah dan mendukung keberlanjutan usaha masyarakat,” ujarnya.
Melalui program ini, tim pengabdian UNG tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan limbah, tetapi juga memperkuat kapasitas Kelompok Wanita Tani dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. Dengan keberlanjutan pengelolaan dan pengembangan produk Bulotani Pupuk Organik, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Bulotalangi Timur.
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026