
Pisang menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Potensi tersebut menjadi perhatian tim pengabdian Universitas Negeri Gorontalo melalui program pemberdayaan masyarakat di Desa Haya-Haya, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Untuk memastikan perkembangan pelaksanaan program, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNG melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) terhadap kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh tim dosen UNG di desa tersebut.
Program yang mengusung judul “Pemberdayaan Masyarakat melalui Inovasi Olahan Pisang guna Meningkatkan Nilai Ekonomi dan Diversifikasi Produk Pangan di Desa Haya-Haya Kecamatan Limboto Kab. Gorontalo” dilaksanakan oleh Dr. Andi Yusniar Mendo, S.E., M.M., Irwan Yantu, S.Pd., M.Si., Sjahril Botutihe, S.T., M.M., dan Syamsul S. Biki, S.E., M.M. Program pengabdian ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek tahun 2026.
Melalui kegiatan monev, LPPM UNG meninjau perkembangan pelaksanaan program, keterlibatan masyarakat, serta penerapan inovasi dalam pengolahan pisang menjadi produk pangan yang lebih beragam. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk melihat capaian program sekaligus memberikan masukan bagi keberlanjutan kegiatan.
Pengembangan olahan pisang dalam program tersebut diarahkan untuk memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal. Dengan mengolah pisang menjadi produk pangan yang lebih beragam, masyarakat memiliki peluang untuk mengembangkan potensi bahan baku lokal menjadi produk yang dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, yang turut serta dalam kegiatan monev menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan pada pemanfaatan potensi lokal yang dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan.
“Potensi yang ada di masyarakat perlu dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Melalui program seperti ini, kami berharap inovasi yang diperkenalkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat dan memiliki manfaat ekonomi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Kegiatan monev juga menjadi bagian dari upaya LPPM UNG dalam memastikan pelaksanaan program pengabdian berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi dilakukan dengan melihat proses pelaksanaan sekaligus peluang pengembangan hasil kegiatan setelah program selesai.
Program pemberdayaan masyarakat di Desa Haya-Haya menunjukkan peran perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan sumber daya lokal melalui inovasi. Pengembangan produk olahan pisang diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi bagian dari aktivitas produktif masyarakat.
Melalui pendampingan dan pengembangan yang berkelanjutan, inovasi olahan pisang tersebut diharapkan dapat membuka peluang diversifikasi produk pangan sekaligus memberikan alternatif pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Desa Haya-Haya.
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026