
Potensi tanaman obat keluarga (TOGA dikembangkan menjadi bagian dari inovasi produk minuman herbal melalui program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan budidaya tanaman dengan pengolahan produk. Inovasi tersebut dikembangkan untuk mendorong diversifikasi produk sekaligus memperkuat peluang pengembangan usaha UMKM Lancar Berkah di Desa Pantungo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Untuk melihat perkembangan program tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo melakukan kunjungan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pantungo.
Program yang mengusung judul “Pemberdayaan UMKM Lancar Berkah melalui Integrasi Budidaya TOGA dan Produksi Kombucha Herbal sebagai Minuman Fungsional Imunomodulator di Desa Pantungo” dilaksanakan oleh Mahdalena Sy. Pakaya, S.Farm., M.Si., Anfri Pratama Solihin, M.Sc., dan Srie Isnawaty Pakaya, S.Pd., M.Si. Program ini merupakan bagian dari pendaanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Tahun 2026.
Dalam pelaksanaannya, program ini berangkat dari kondisi UMKM yang menghadapi sejumlah kendala dalam pengembangan produk minuman herbal. Persaingan dengan berbagai produk minuman herbal di pasaran menjadi salah satu tantangan, sementara proses produksi yang masih dilakukan secara sederhana menyebabkan waktu pembuatan relatif lama dan kapasitas produksi terbatas.
Ketua tim pengabdian, Mahdalena Sy. Pakaya, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk menghadirkan inovasi produk yang berbeda dari produk minuman herbal yang telah beredar di pasaran.
“Minuman herbal yang dibuat UMKM ini mengalami kendala. Pertama, banyak saingan minuman herbal. Selain itu, proses produksinya dibuat dengan cara sederhana, sehingga waktu pembuatannya lama dan jumlah produksinya sedikit. Dari situ kami masuk dengan membawa inovasi produk yang berbeda dengan yang ada di pasaran,” jelasnya.
Melalui program tersebut, tim pengabdian mengembangkan formulasi baru dengan tetap memanfaatkan bahan baku herbal dan rempah yang selama ini digunakan UMKM, tetapi mengolahnya menjadi produk kombucha. Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi hingga pemasaran. Pengembangan inovasi juga dilakukan dari sisi penyediaan bahan baku. Tim pengabdian mendorong budidaya tanaman TOGA dengan sistem irigasi tetes agar proses budidaya dapat lebih terkontrol dan kualitas bahan baku yang digunakan dalam produksi dapat terjaga.
“Di hulu kami membuat budidaya tanaman TOGA dengan sistem irigasi tetes agar bisa terkontrol dan mutu bahan baku terjamin. Dari inovasi yang dilakukan nantinya akan menghasilkan tiga produk, yakni kombucha herbal rempah atau minuman fermentasi, kombucha miyana dan jeruk nipis, serta Herbal Grips dalam bentuk kering,” jelas Mahdalena.
Dalam kegiatan monev, LPPM UNG meninjau secara langsung perkembangan pelaksanaan program, mulai dari pengembangan bahan baku hingga inovasi produk yang dihasilkan. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi terhadap capaian program dan peluang keberlanjutan pengembangan UMKM.
Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali menyampaikan bahwa pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha melalui inovasi yang dapat diterapkan.
“Yang penting dari program pengabdian adalah adanya solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Inovasi yang dikembangkan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh UMKM,” ujarnya.

Melalui integrasi budidaya TOGA dan pengembangan produk kombucha herbal, program ini tidak hanya berfokus pada diversifikasi produk, tetapi juga membangun keterhubungan antara ketersediaan bahan baku, proses produksi dan pemasaran. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian UMKM dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal.
Kegiatan monev yang dilakukan LPPM UNG menjadi bagian penting dalam memastikan program berjalan sesuai dengan tujuan sekaligus memberikan ruang evaluasi bagi tim pengabdi untuk memperkuat keberlanjutan inovasi yang telah dikembangkan bersama UMKM Lancar Berkah.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater