
Upaya menjaga kesehatan ibu dan anak membutuhkan keterlibatan tidak hanya dari tenaga kesehatan, tetapi juga keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat ibu hamil tinggal. Melalui Program SIGAP BUNDA, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong terbentuknya sistem pendampingan ibu hamil berbasis masyarakat di Desa Luwoo, Kecamatan Talaga Jaya, Kabupaten Gorontalo.
Memasuki Tahap 3, program yang dilaksanakan pada Kamis (6/8) tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas keluarga sekaligus pembentukan kelompok masyarakat yang dapat mendukung pemantauan ibu hamil, khususnya mereka yang memiliki risiko kehamilan tinggi.
Salah satu agenda utama kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Luwoo melalui pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai tujuan program, mekanisme kerja kelompok, serta pola pemantauan dan pelaporan. Pemerintah Desa Luwoo bersama mahasiswa KKN-PK kemudian membacakan dan menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan kelompok.
Pembentukan kelompok tersebut diperkuat melalui penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk membangun kepedulian dan pendampingan terhadap ibu hamil di lingkungan desa. Kehadiran kelompok diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam mendukung komunikasi dan koordinasi dengan keluarga maupun tenaga kesehatan ketika ditemukan kondisi yang membutuhkan perhatian.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Luwoo, Taufik Mohamad Nur, mengatakan pembentukan kelompok dan legalisasi melalui SK menjadi salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan program di tengah masyarakat.
“Melalui legalisasi SK Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan penguatan kapasitas keluarga lewat Kelas Ibu Hamil, kami ingin memastikan bahwa pengawasan kesehatan ibu hamil tidak berhenti saat masa KKN berakhir, tetapi terus berjalan secara mandiri oleh warga dan perangkat desa,” ujar Taufik.
Penguatan pendampingan juga dilakukan melalui Kelas Ibu Hamil yang digelar di Posyandu Desa Luwoo. Kegiatan melibatkan mahasiswa KKN-PK bersama bidan desa dan kader Posyandu. Peserta mendapatkan edukasi mengenai deteksi dini kehamilan berisiko tinggi, tanda-tanda bahaya kehamilan, pentingnya pemeriksaan antenatal care (ANC) secara rutin, serta peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu selama kehamilan.
Kelas tersebut tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga diskusi kelompok mengenai kesiapsiagaan keluarga menghadapi kondisi kegawatdaruratan. Peserta diajak membahas siapa yang dapat mengambil keputusan dalam keluarga, langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kondisi darurat, hingga kesiapan pendonor darah sebagai bagian dari rencana menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan segera.
Pendekatan ini diarahkan untuk membantu keluarga memiliki rencana yang lebih jelas ketika menghadapi kondisi darurat selama kehamilan. Dengan adanya pembagian peran dan kesiapan sejak awal, keluarga diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat serta segera mengakses layanan kesehatan apabila diperlukan.
Keterlibatan dalam berbagai kegiatan tersebut memperluas ruang kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, keluarga, dan masyarakat. Pendekatan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya peningkatan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui penguatan peran berbagai unsur yang ada di tingkat desa.
Seluruh rangkaian kegiatan mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PK UNG, yaitu Dr. dr. Vivien Novarina A. Kasim, M.Kes.; dr. Siti Rakhmatia P. Th. Kum, M.Biomed.; Ns. Nur Ayun R. Yusuf, S.Kep., M.Kep.; serta Ns. Sartika, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep. K.
Melalui Tahap 3 SIGAP BUNDA, mahasiswa KKN-PK UNG tidak hanya menjalankan fungsi edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong terbentuknya dukungan masyarakat yang dapat terus berjalan di tingkat desa. Pembentukan Kelompok Peduli Ibu Hamil Risiko Tinggi dan penguatan kapasitas keluarga melalui Kelas Ibu Hamil diharapkan menjadi bagian dari fondasi pendampingan yang berkelanjutan, sehingga kepedulian terhadap kesehatan ibu dan bayi tetap dapat diperkuat oleh masyarakat setelah masa KKN-PK berakhir.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026