Mahasiswa UNG Dorong Pengelolaan Sampah dan Perbaikan Sanitasi di Desa Tunggulo

Oleh: Berty H. Meluko . 18 September 2026 . 10:51:29

Pemeliharaan sanitasi, pengelolaan sampah, hingga kondisi rumah warga menjadi perhatian mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Desa Tunggulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo. Melalui Focus Group Discussion (FGD) 2 pada Rabu, 16 September 2026, mahasiswa bersama pemerintah desa membahas hasil identifikasi lapangan dan merumuskan alternatif penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari observasi dan pengumpulan data yang dilakukan mahasiswa selama menjalankan program KKN. Hasil pengamatan tersebut menjadi bahan pembahasan untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur permukiman sekaligus menjajaki solusi yang dapat diterapkan bersama masyarakat dan pemerintah desa.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Tematik Infrastruktur UNG, Dewa Kharisma, mengatakan FGD kedua difokuskan pada pembahasan lebih terperinci mengenai persoalan yang ditemukan mahasiswa di lapangan, terutama terkait sanitasi, pengelolaan sampah, dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Pada FGD kedua ini kami membahas beberapa permasalahan yang sudah kami temukan di lapangan, khususnya sanitasi, pengelolaan sampah, dan Rumah Tidak Layak Huni,” ujar Dewa.

Pada sektor sanitasi, pembahasan menyoroti pentingnya pemeliharaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan saluran drainase agar tetap berfungsi dengan baik. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan merawat fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung kualitas lingkungan permukiman.

Menurut Dewa, keberadaan infrastruktur sanitasi perlu diikuti dengan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

“IPAL dan drainase bukan hanya dibangun, tetapi juga harus dipelihara agar tetap berfungsi dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan masyarakat,” katanya.

Selain sanitasi, pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus utama diskusi. Berdasarkan analisis timbulan sampah yang dilakukan mahasiswa, komposisi sampah di Desa Tunggulo didominasi sampah organik dengan rata-rata 70,335 persen. Sementara itu, sampah anorganik tercatat memiliki komposisi rata-rata 29,665 persen.

Data tersebut menjadi dasar untuk membahas alternatif pengelolaan sampah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Mahasiswa memperkenalkan pengomposan sebagai salah satu cara mengolah sampah organik. Untuk sampah plastik, mahasiswa menawarkan pemanfaatan melalui pembuatan ecobrick, sedangkan tutup botol bekas dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai guna.

Mahasiswa juga memperkenalkan potensi sekam padi sebagai bahan baku pembuatan briket untuk sumber energi alternatif. Berbagai gagasan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa sebagian sampah masih dapat dimanfaatkan, sepanjang pengolahannya disesuaikan dengan karakteristik bahan serta memperhatikan aspek keamanan dan kegunaannya.

“Harapannya masyarakat tidak hanya melihat sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi juga dapat memanfaatkan sebagian limbah menjadi sesuatu yang berguna dan memiliki nilai ekonomi,” tambah Dewa.

Persoalan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turut menjadi agenda pembahasan. Mahasiswa bersama pemerintah desa mendiskusikan data dan kondisi rumah warga yang berdasarkan hasil identifikasi lapangan membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Pembahasan penanganan RTLH mencakup identifikasi bagian bangunan yang memerlukan perbaikan, penyusunan desain, hingga pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Tahapan tersebut diperlukan agar rencana perbaikan dapat disesuaikan dengan kondisi fisik setiap rumah, kebutuhan penghuninya, dan perkiraan biaya yang diperlukan.

Dewa menegaskan bahwa penyusunan solusi tidak cukup hanya mengandalkan hasil identifikasi mahasiswa. Kondisi lingkungan, kebutuhan warga, serta kemampuan masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan agar rekomendasi yang dirumuskan memungkinkan untuk diterapkan dan dilanjutkan setelah program KKN berakhir.

“Solusi yang diberikan diharapkan sederhana, mudah dipahami, dapat diterapkan, serta bisa dilanjutkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa setelah kegiatan KKN selesai,” ujarnya.

Melalui FGD 2, mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur UNG berupaya menyelaraskan hasil pengamatan lapangan dengan kebutuhan masyarakat Desa Tunggulo. Pembahasan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi langkah tindak lanjut dalam pemeliharaan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis potensi lokal, serta perencanaan perbaikan rumah warga secara lebih terarah.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026