Mahasiswa KKN UNG Petakan Potensi Tanaman Aren dan Perkenalkan Inovasi LAMBOREN di Lombongo

Oleh: Berty H. Meluko . 12 September 2026 . 09:27:23

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 memetakan persebaran tanaman aren di Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango. Kegiatan ini dilakukan untuk mendokumentasikan potensi sumber daya lokal sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan yang dapat mendukung perekonomian masyarakat.

Pemetaan dilaksanakan melalui survei dan pendataan tanaman aren yang tersebar di Dusun I hingga Dusun IV Desa Lombongo pada Rabu, 9 September 2026. Data yang dihimpun diharapkan menjadi basis informasi bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam merencanakan pemanfaatan tanaman aren secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengidentifikasi berbagai bagian tanaman aren yang berpotensi dimanfaatkan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, buah, biji, hingga nira. Pendataan ini menjadi langkah awal untuk mengenali potensi aren secara lebih menyeluruh, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.

Tanaman aren memiliki beragam manfaat ekonomi. Niranya dapat diolah menjadi gula aren dan gula semut, sedangkan buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kolang-kaling. Ijuk aren juga berpotensi diolah menjadi sapu, tali, atap, dan berbagai produk kerajinan. Selain itu, tanaman aren turut berperan dalam menjaga kondisi tanah dan membantu mengurangi risiko erosi.

Tidak hanya memetakan potensi tanaman aren, mahasiswa juga memperkenalkan inovasi pangan lokal bernama LAMBOREN, berupa keripik pisang yang dipadukan dengan gula aren. Produk ini menggabungkan dua komoditas melalui pemanfaatan gula aren sebagai bahan tambahan pada keripik pisang.

Inovasi LAMBOREN menjadi salah satu upaya memperkenalkan kemungkinan pengembangan nilai tambah hasil olahan aren melalui diversifikasi produk pangan. Jika pemetaan berfungsi mendokumentasikan persebaran dan potensi tanaman aren, LAMBOREN menunjukkan bagaimana gula aren dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam produk olahan yang berbeda dari produk aren yang telah dikenal masyarakat, seperti gula merah.

Dengan pengolahan dan pengemasan yang tepat, LAMBOREN diharapkan dapat dikembangkan sebagai alternatif usaha berbasis bahan pangan lokal. Pengembangan produk ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi kombinasi komoditas lokal menjadi produk yang memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri.

Dosen Pembimbing Lapangan, Fuad Pontoiyo, mengatakan bahwa potensi tanaman aren di Desa Lombongo masih dapat dikembangkan secara lebih optimal. Pengolahan hasil aren menjadi produk bernilai tambah dinilai dapat meningkatkan nilai jual komoditas sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Desa Lombongo, Nilawaty Abdullah, mengapresiasi upaya mahasiswa dalam mengidentifikasi dan memetakan persebaran tanaman aren di wilayahnya. Ia berharap data tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa, petani, dan masyarakat untuk kembali mengembangkan pemanfaatan tanaman aren.

Sebelumnya, masyarakat Desa Lombongo telah memanfaatkan tanaman aren untuk menghasilkan gula merah dan kolang-kaling. Dengan tersedianya data persebaran tanaman, pengembangan potensi tersebut diharapkan dapat direncanakan secara lebih terarah, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku, kemampuan pengolahan, dan peluang pemasaran.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian peta persebaran tanaman aren Desa Lombongo yang dilakukan secara simbolis oleh Camat Suwawa Tengah, Noldin Biga. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan program KKN agar data dan inovasi yang dihasilkan tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan pengabdian di desa.

Melalui pemetaan tanaman aren dan pengenalan inovasi LAMBOREN, mahasiswa KKN Tematik II UNG berharap potensi sumber daya lokal Desa Lombongo dapat dikembangkan secara lebih terarah. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait diperlukan agar data yang telah dihimpun serta inovasi produk yang diperkenalkan dapat ditindaklanjuti menjadi peluang pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026