
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) membekali masyarakat Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, dengan keterampilan pengolahan produk pangan dan pemasaran digital melalui pelatihan Digital Foodpreneur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan produk olahan jagung sekaligus memperluas peluang pemasaran produk lokal. (10/9)
Pelatihan bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi melalui Inovasi Produk Olahan Jagung dan Pemanfaatan Teknologi Digital” tersebut merupakan kelanjutan program hilirisasi pangan lokal di Desa Huntu. Kegiatan menyasar kelompok ibu-ibu Kelompok Usaha Bersama (KUB), kader Posyandu, serta generasi muda desa agar memiliki keterampilan yang mendukung pengembangan usaha pangan berbasis potensi lokal.
Materi pelatihan mencakup penentuan Harga Pokok Produksi (HPP), pengemasan produk menggunakan standing pouch, teknik fotografi produk dengan telepon pintar, serta pemanfaatan WhatsApp Business dan media sosial untuk promosi. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai pembuatan katalog digital, pengaturan pencahayaan saat memotret produk, hingga pencatatan arus kas dan pembukuan sederhana.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematik UNG, Annisa Pratiwi Katili, mengatakan bahwa literasi digital menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan daya saing produk pangan lokal. Menurutnya, pengembangan produk tidak cukup berhenti pada proses produksi, tetapi perlu disertai strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Hilirasasi produk jagung menjadi emping tidak akan optimal jika tidak dibarengi dengan strategi pemasaran yang tepat. Melalui konsep Digital Foodpreneur, kami ingin memastikan produk olahan Desa Huntu ini memiliki identitas merek, kemasan standar industri, dan mampu menembus pasar digital secara mandiri,” jelas Annisa.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN Tematik UNG di Desa Huntu, Mohamad Aryo Utiya, menegaskan bahwa pelatihan tersebut diarahkan untuk mendukung keberlanjutan usaha, bukan sekadar meningkatkan aktivitas produksi selama mahasiswa berada di desa.
“Tujuan utama kami bukan hanya sekadar mengolah emping jagung selama masa KKN, tetapi bagaimana produk ini bisa terus terjual dan menghasilkan pendapatan bagi warga Desa Huntu ke depannya,” ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, generasi muda desa diarahkan mengambil peran dalam pemasaran digital, mulai dari mengelola media sosial dan membuat foto produk hingga melayani pesanan secara daring. Sementara itu, kelompok ibu-ibu KUB diharapkan dapat berfokus pada kualitas dan kesinambungan produksi. Pembagian peran ini diharapkan membangun kolaborasi yang saling mendukung dalam pengembangan usaha Emping Jagung Huntu.
Pemerintah Desa Huntu turut mendukung pengembangan produk lokal tersebut. Emping Jagung Huntu ditargetkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan ditampilkan dalam ajang Gelar Produk atau Expo pada akhir masa KKN. Kegiatan ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus melihat peluang pengembangannya lebih lanjut.
Program KKN Tematik ini didampingi oleh tim Dosen Pembimbing Lapangan yang diketuai Dr. Rizan Machmud, S.Kom., M.Si., bersama anggota tim Refinna Cesari Jacobus, S.E., M.E., Annisa Pratiwi Katili, S.E., M.E., dan Sri Indriyani S. Dai, S.E., M.E.
Melalui pelatihan Digital Foodpreneur, mahasiswa KKN Tematik Tahap II UNG mendorong pengembangan Emping Jagung Huntu melalui perpaduan keterampilan produksi, pengelolaan usaha, dan pemanfaatan teknologi digital. Pendampingan lanjutan serta keterlibatan masyarakat akan menjadi faktor penting agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan usaha tersebut terus berkembang setelah program KKN berakhir.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026