
Pemanfaatan pekarangan rumah menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Upaya ini dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui pengembangan pekarangan produktif di Dusun Under, Desa Reksonegoro, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Program yang berlangsung pada 12–15 September 2026 tersebut memanfaatkan pekarangan milik Harjono Suronoto, yang akrab disapa Joko, sebagai lahan percontohan untuk menanam sejumlah komoditas sayuran. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga memperkenalkan tahapan pengolahan lahan dan perawatan tanaman agar dapat diterapkan masyarakat di lingkungan rumah masing-masing.
Koordinator Desa KKN Tematik II UNG, Fairiski Sabihi, mengatakan pemilihan lokasi dilakukan berdasarkan rekomendasi pemerintah desa karena pekarangan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber pangan keluarga.
Menurut Fairiski, lahan percontohan ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktis kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan pekarangan yang belum digunakan secara optimal menjadi area budidaya tanaman pangan.
Pengolahan lahan diawali dengan pembersihan area, penggemburan tanah, pembuatan bedengan, serta pemberian pupuk kandang sapi yang diperoleh dari lingkungan sekitar rumah Joko. Pada tahap awal, mahasiswa membuat tiga bedengan berukuran sekitar 8 × 1 meter untuk menanam kangkung dan dua bedengan berukuran sekitar 3 × 1 meter untuk kacang panjang.
Selain kedua komoditas tersebut, mahasiswa menanam mentimun langsung dari biji ke tanah. Mereka juga melakukan penyemaian pakcoy menggunakan empat tray dengan total 512 lubang tanam. Media semai dibuat dari campuran pupuk kandang sapi dan sekam untuk mendukung pertumbuhan benih sebelum dipindahkan ke lahan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut melibatkan Joko sebagai pemilik pekarangan dan Senen Hadji Ali, warga Desa Reksonegoro yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan pekarangan produktif. Keterlibatan warga ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dari pengalaman masyarakat setempat sekaligus bertukar pengetahuan mengenai pengolahan lahan dan budidaya tanaman.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program. Dengan keterlibatan pemilik lahan dan warga yang memahami praktik budidaya, pemeliharaan tanaman dapat terus dilakukan meskipun masa pengabdian mahasiswa di desa telah berakhir.
Hingga 19 September 2026, tanaman kangkung dan pakcoy mulai menunjukkan pertumbuhan, sedangkan mentimun, kacang panjang, dan kacang tanah masih berada pada tahap pertumbuhan awal. Perawatan dilakukan secara berkelanjutan bersama pemilik pekarangan untuk menjaga perkembangan tanaman sekaligus memastikan lahan percontohan tetap produktif.
Pengembangan pekarangan ini diharapkan dapat menjadi contoh yang mudah dipelajari dan diterapkan masyarakat sesuai kondisi lahan masing-masing. Selain berpotensi membantu memenuhi kebutuhan sayuran keluarga, pemanfaatan pekarangan juga dapat mendorong kebiasaan menanam pangan secara mandiri di lingkungan rumah.
Melalui program KKN Tematik II, mahasiswa UNG berupaya memperkenalkan praktik ketahanan pangan yang dapat dimulai dari skala rumah tangga. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia dan merawat tanaman secara konsisten, pekarangan rumah berpeluang menjadi salah satu sumber pangan tambahan bagi keluarga.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026