
Upaya mengurangi pencemaran lingkungan pesisir dapat dimulai dari pembenahan sanitasi dan pengelolaan sampah di kawasan permukiman. Gagasan tersebut dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, melalui rancangan sistem pengolahan air limbah domestik dan pengelolaan sampah pesisir yang berkelanjutan.
Mengusung tema “Kemitraan Multipihak untuk Pengelolaan Sanitasi dan Persampahan Berkelanjutan”, mahasiswa merancang dua pendekatan utama, yakni pengolahan air limbah rumah tangga menggunakan sistem biofilter dan cubluk kembar, serta pengelolaan sampah pesisir berbasis ekonomi sirkular. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan sistem sanitasi dan persampahan yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
Penyusunan rancangan tersebut diawali dengan survei lapangan dan pendataan Identifikasi Masalah dan Analisis Potensi (IMAP). Hasil pendataan kemudian dipaparkan dalam forum diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD) pertama yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Gorontalo, pemerintah kecamatan dan kelurahan, SDGs Center UNG, masyarakat, serta pemerhati lingkungan Rosyid A. Adzhar.
Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa yang dibimbing oleh Dr. Raghel Yunginger, Mulyani Z. Paramata, M.T., dan Dr. Boby R. Payu melanjutkan penyusunan desain dan memaparkan hasilnya dalam FGD kedua pada 12 September 2026.
Dalam forum tersebut, mahasiswa mempresentasikan dua rancangan pengolahan air limbah domestik, yaitu sistem biofilter untuk mengolah air limbah nonkakus (greywater) dan cubluk kembar untuk menangani limbah kakus (blackwater). Kedua sistem dirancang untuk membantu mengurangi beban pencemar dari aktivitas rumah tangga sebelum limbah berpotensi mencemari lingkungan perairan.
Selain sanitasi, perhatian juga diarahkan pada pengelolaan sampah di kawasan pesisir. Mahasiswa melakukan pendataan terhadap profil dan volume sampah sebagai dasar penyusunan sistem pengelolaan terpadu, mulai dari pemilahan, pengangkutan, hingga pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Sampah organik direncanakan untuk diolah menjadi kompos dan pelet pakan, sedangkan sampah anorganik diarahkan untuk dipilah dan dikemas berdasarkan jenis serta potensi nilai jualnya. Material yang masih dapat dimanfaatkan diharapkan dapat dikelola secara terpadu melalui tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS3R) Leato Selatan.
Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengurangan volume sampah, tetapi juga mendorong pemanfaatan material agar tidak langsung berakhir sebagai limbah. Dengan sistem pengelolaan yang terencana, sampah yang berpotensi mencemari kawasan permukiman dan perairan laut diharapkan dapat dikurangi sejak dari sumbernya.
Camat Dumbo Raya, Heriyanto M. Abas, S.E., mengapresiasi rancangan yang disusun mahasiswa karena berangkat dari hasil pendataan dan kondisi nyata di lapangan. Menurutnya, gagasan tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, khususnya terkait sanitasi, persampahan, dan perlindungan lingkungan pesisir.
Rancangan ini menjadi relevan mengingat Kelurahan Leato Selatan merupakan kawasan pesisir yang terhubung langsung dengan Teluk Tomini. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis sekaligus mendukung aktivitas ekonomi, kehidupan sosial masyarakat, dan pengembangan pariwisata. Karena itu, pengelolaan limbah rumah tangga dan sampah secara tepat menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.
Melalui program KKN Tematik Infrastruktur yang dilaksanakan melalui kerja sama LPPM UNG dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mahasiswa berupaya menghadirkan rancangan berbasis kajian lapangan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan pembangunan. Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama tujuan 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan 13 tentang penanganan perubahan iklim, dan tujuan 14 tentang ekosistem lautan.
Pada akhirnya, upaya menjaga kelestarian laut tidak hanya bergantung pada penanganan pencemaran di kawasan perairan, tetapi juga pada perbaikan tata kelola lingkungan di daratan. Melalui rancangan sanitasi dan pengelolaan sampah yang terintegrasi serta melibatkan berbagai pihak, mahasiswa KKN Tematik Infrastruktur UNG mendorong langkah pencegahan pencemaran sejak dari lingkungan rumah tangga, sekaligus memperkuat kemitraan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sebagaimana diarahkan dalam SDG 17.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026