
Jagung dan daun kelor yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat Desa Pentadio Barat, Kabupaten Gorontalo, dikembangkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi inovasi pangan lokal bernama MILUMORI. Program ini diperkenalkan kepada masyarakat sebagai salah satu program inti KKN-PK yang mengangkat potensi bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai tambah.
Nama MILUMORI diambil dari dua unsur bahan utama yang digunakan, yakni “Milu” yang berarti jagung dan “Mori” yang merujuk pada moringa atau kelor. Perpaduan kedua bahan tersebut kemudian diolah bersama susu bubuk, gula, vanila, dan garam untuk menghasilkan produk MILUMORI.
Pemilihan jagung dan daun kelor menjadi bagian penting dari konsep inovasi yang dikembangkan mahasiswa. Kedua bahan tersebut relatif mudah diperoleh masyarakat sehingga memiliki peluang untuk diolah menjadi produk pangan yang dapat dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan desa.
Peluncuran Program Inti MILUMORI menjadi bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa KKN-PK UNG di Desa Pentadio Barat. Kegiatan tersebut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Desa Pentadio Barat, aparat desa, kader kesehatan, ibu hamil, serta mahasiswa KKN-PK UNG.
Kepala Desa Pentadio Barat, Hi. Supriadi Napu, S.E., memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia berharap inovasi yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya berhenti sebagai kegiatan selama pelaksanaan KKN-PK, tetapi dapat memberikan manfaat dan memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Pentadio Barat menjelaskan bahwa MILUMORI dirancang dengan memanfaatkan bahan pangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengembangan produk tersebut menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa dalam mengolah potensi lokal menjadi inovasi yang dapat dikenalkan kepada masyarakat.
“Program MILUMORI kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal, khususnya jagung dan daun kelor. Kami berharap program ini tidak berhenti pada saat kegiatan KKN berlangsung, tetapi dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Pentadio Barat,” ujar Koordinator Desa.
Untuk memperkenalkan produk secara lebih nyata, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan MILUMORI. Mahasiswa memperagakan tahapan pengolahan bahan, mulai dari persiapan jagung dan daun kelor hingga proses pencampuran dengan bahan pendukung lainnya sampai menjadi produk yang siap dikonsumsi.
Demonstrasi tersebut menjadi bagian penting dalam pengenalan inovasi karena masyarakat tidak hanya melihat hasil akhir produk, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai proses pembuatannya. Melalui praktik tersebut, mahasiswa memberikan pengetahuan yang dapat menjadi dasar bagi masyarakat untuk mencoba mengolah MILUMORI secara mandiri.
Selain peluncuran dan demonstrasi MILUMORI, kegiatan juga dirangkaikan dengan skrining penggunaan obat yang aman bagi ibu hamil. Kegiatan ini memberikan edukasi mengenai pentingnya memperhatikan penggunaan obat selama masa kehamilan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan obat tertentu.
Kegiatan ini turut dihadiri DPL KKN-PK UNG Fika Nuzul Ramadhani, S.Farm., M.Sc., Apt., Faradila Ratu Cindana Mo'o, S.Farm., M.Farm., Apt., dr. Dian Pratiwi Iman, M.Kes., dan Nurnianingsih A. Yasin, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama unsur pemerintah desa, kader kesehatan, ibu hamil, dan mahasiswa KKN-PK UNG.
Kehadiran MILUMORI dalam kegiatan KKN-PK UNG di Desa Pentadio Barat menunjukkan bagaimana bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi produk. Jagung dan daun kelor yang menjadi identitas utama MILUMORI tidak hanya menjadi bahan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari gagasan mahasiswa untuk memperkenalkan pemanfaatan potensi pangan lokal dalam bentuk yang lebih praktis.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan MILUMORI secara berkelanjutan di Desa Pentadio Barat. Dengan pengetahuan mengenai bahan, proses pengolahan, dan pembuatan produk yang telah diperkenalkan, masyarakat memiliki peluang untuk melanjutkan pengembangan inovasi tersebut sesuai dengan potensi dan kebutuhan di tingkat desa.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026