
Informasi yang tepat menjadi salah satu kunci dalam mencegah penularan HIV/AIDS sekaligus mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV. Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui edukasi HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang digelar bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Datahu, Jumat (31/7), dan diikuti 25 masyarakat Desa Datahu. Edukasi menghadirkan Franky Adam, S.Sos., dari KPA sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak memahami HIV/AIDS dan IMS berdasarkan informasi kesehatan yang benar, termasuk cara penularan, langkah pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan untuk mengetahui status HIV. Edukasi juga diarahkan untuk meluruskan sejumlah informasi keliru yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Koordinator Desa KKN-PK UNG Desa Datahu, Rafly Ramadhani Kurnia, mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memperluas pengetahuan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi dengan pihak yang memiliki kompetensi di bidang penanggulangan HIV/AIDS.
“Kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai HIV/AIDS, memahami cara pencegahannya, serta semakin peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Franky Adam menjelaskan perbedaan HIV dan AIDS serta bagaimana HIV dapat ditularkan. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa penularan HIV terjadi melalui jalur tertentu, yaitu darah yang terkontaminasi, hubungan seksual berisiko, serta dari ibu kepada bayi selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.
Narasumber juga menekankan bahwa status HIV tidak dapat diketahui hanya berdasarkan gejala, sehingga pemeriksaan HIV menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi seseorang secara pasti. Pada kesempatan tersebut, berbagai mitos mengenai penularan HIV turut diluruskan. HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, berpelukan, makan bersama, atau berbagi peralatan makan.
Untuk mendukung upaya pencegahan, peserta diperkenalkan pada prinsip ABCD, yaitu Abstinence, Be Faithful, Condom, dan Don't Inject Drugs. Selain memahami langkah pencegahan, masyarakat juga diajak untuk menghindari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV serta turut menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masing-masing.
Kepala Dusun Lalunga, Riston Mutaha, yang mewakili Pemerintah Desa Datahu, mengapresiasi edukasi yang digelar mahasiswa KKN-PK UNG bersama KPA. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar mengenai HIV/AIDS.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN-PK Universitas Negeri Gorontalo dan Komisi Penanggulangan AIDS yang telah menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Semoga melalui edukasi ini masyarakat semakin memahami HIV/AIDS sehingga mampu menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari berbagai risiko penyakit,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat selama sesi diskusi. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penularan, pencegahan, dan pemeriksaan HIV, sekaligus mengklarifikasi informasi yang selama ini mereka ketahui.
Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG Desa Datahu mendorong peningkatan literasi kesehatan masyarakat agar pencegahan HIV/AIDS dan IMS dapat dilakukan berdasarkan pengetahuan yang benar. Pemahaman yang lebih baik diharapkan tidak hanya membantu masyarakat menjaga kesehatan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif dan bebas dari stigma terhadap orang dengan HIV.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026