Dosen UNG Kembangkan Eco-Cooler Berbahan Limbah Tongkol Jagung

Oleh: Berty H. Meluko . 8 September 2026 . 12:48:09

Limbah tongkol jagung yang selama ini kerap tersisa setelah panen berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif untuk mendukung kenyamanan termal bangunan. Potensi tersebut dikembangkan dosen Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo (UNG), melalui inovasi eco-cooler, modul ventilasi alami berbahan campuran limbah tongkol jagung yang diperkenalkan kepada masyarakat Desa Bongopini, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango.

Pengenalan inovasi ini dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari upaya hilirisasi hasil penelitian UNG. Melalui kegiatan tersebut, teknologi yang dikembangkan dan diuji dalam penelitian diperkenalkan kepada masyarakat agar dapat dipelajari, dipraktikkan, dan dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya lokal.

Eco-cooler dibuat menggunakan campuran semen, pasir, dan limbah tongkol jagung. Modul ini dirancang dalam ukuran 20 × 20 sentimeter dan 30 × 30 sentimeter, menyerupai ukuran roster yang lazim digunakan sebagai elemen ventilasi pada bangunan. Bentuk tersebut memungkinkan modul diaplikasikan sebagai bagian dari desain bangunan tanpa memerlukan listrik maupun perangkat mekanis untuk menjalankan fungsi ventilasinya.

Prinsip kerja eco-cooler mengandalkan aliran udara alami untuk membantu meningkatkan kenyamanan termal di dalam ruang. Berdasarkan hasil pengujian tim peneliti, penggunaan modul ini mampu menurunkan suhu ruang dari sekitar 29°C menjadi kisaran 26,6–27,1°C. Hasil tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memperkenalkan inovasi ini melalui kegiatan pengabdian, sekaligus membuka peluang pemanfaatan lebih lanjut dalam pendekatan desain bangunan yang mengutamakan ventilasi alami.

Kegiatan sosialisasi dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Ernawati, S.T., M.T., bersama lima dosen Arsitektur Fakultas Teknik UNG, yakni Rahmat Firdaus Bouty, S.Ars., M.Ars.; Niniek Pratiwi, S.T., M.T.; Nurnaningsih N. Abdul, S.T., M.T.; Syafriani, S.T., M.Ars.; serta Nur Mutmainnah, S.T., M.Ars.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada konsep, proses pembuatan, dan potensi pemanfaatan eco-cooler. Sosialisasi ini sekaligus memberikan perspektif baru mengenai limbah pertanian yang tersedia di lingkungan desa. Tongkol jagung yang sebelumnya lebih banyak dipandang sebagai sisa hasil panen diperkenalkan sebagai material yang berpotensi diolah menjadi bagian dari elemen bangunan.

Pendekatan tersebut mempertemukan dua aspek yang saling berkaitan, yaitu pemanfaatan limbah pertanian dan pengembangan alternatif desain pasif untuk mendukung kenyamanan ruang. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar masyarakat, inovasi ini membuka peluang pengembangan material bangunan yang lebih kontekstual terhadap potensi lokal.

Kegiatan juga dilengkapi dengan demonstrasi pembuatan modul eco-cooler yang melibatkan mahasiswa dalam tim pelaksana. Melalui praktik tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan pengetahuan arsitektur dan material bangunan secara langsung, sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dalam memperkenalkan teknologi hasil penelitian.

Sebagai persiapan untuk pelatihan lanjutan, masyarakat Desa Bongopini diajak mengumpulkan, memilah, dan mengeringkan tongkol jagung sisa panen. Bahan yang telah disiapkan tersebut nantinya akan digunakan dalam praktik pembuatan eco-cooler. Tahapan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat sejak proses penyediaan bahan baku, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berkesempatan mempelajari proses pengolahan material secara langsung.

Bagi tim pengabdian UNG, pengembangan eco-cooler menunjukkan bahwa potensi sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk bernilai guna melalui penerapan pengetahuan dan inovasi. Pemanfaatan tongkol jagung sebagai bagian dari modul ventilasi juga memperluas peluang pemanfaatan limbah pertanian di luar penggunaan konvensionalnya.

Melalui kegiatan ini, hilirisasi hasil penelitian tidak berhenti pada pengembangan produk dan pengujian di lingkungan akademik, tetapi dilanjutkan dengan pengenalan dan praktik bersama masyarakat. Upaya tersebut diharapkan membuka ruang bagi pengembangan eco-cooler lebih lanjut sebagai alternatif elemen ventilasi alami yang memanfaatkan material lokal dan mendukung pendekatan bangunan yang lebih responsif terhadap lingkungan.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026