
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi, pelaku UMKM dituntut untuk terus berinovasi agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing. Transformasi digital pun menjadi salah satu strategi penting dalam menjawab tantangan tersebut sekaligus memperkuat peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal inilah yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh Indriyati Lanangawa, Mohammad Zubair Hippy, Siti Rahmatia Machieu, Dian Rahayu Maku, Mustakim Mokoginta, Djunaida Kandow, dan Meilan Daud. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam International Journal of Business and Quality Research Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026.
Penelitian menganalisis perkembangan produktivitas UMKM di Kota Gorontalo selama periode 2014–2024 serta memproyeksikan perkembangannya hingga tahun 2030. Selain itu, penelitian juga memetakan sektor-sektor UMKM yang memiliki potensi unggul sebagai dasar penyusunan strategi pembangunan ekonomi daerah yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas UMKM mengalami peningkatan pada periode 2014–2017, namun menurun sejak 2018 hingga 2023 akibat perlambatan ekonomi, keterbatasan akses permodalan, dan dampak pandemi COVID-19. Kondisi tersebut mulai membaik pada tahun 2024 seiring pulihnya aktivitas ekonomi dan meningkatnya dukungan pemerintah terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.
Melalui proyeksi hingga tahun 2030, penelitian menyusun tiga kemungkinan skenario perkembangan produktivitas UMKM, yaitu moderat, pesimistis, dan optimistis. Skenario optimistis menunjukkan bahwa produktivitas dapat terus meningkat apabila transformasi digital berjalan secara konsisten, didukung kemudahan akses pembiayaan, penguatan infrastruktur ekonomi, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Penelitian juga mengidentifikasi sektor-sektor UMKM yang memiliki prospek paling menjanjikan. Sektor sandang serta kerajinan dan ekonomi kreatif termasuk kategori progresif karena memiliki pertumbuhan dan daya saing yang tinggi. Sementara itu, sektor pangan serta kimia dan bahan bangunan masih memiliki peluang untuk berkembang melalui peningkatan inovasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan jaringan pemasaran. Di sisi lain, sektor logam dan elektronika memerlukan perhatian lebih, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, modernisasi teknologi produksi, dan perluasan akses pasar agar mampu bersaing secara lebih optimal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas UMKM di Kota Gorontalo. Pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong lahirnya inovasi produk yang lebih kompetitif. Namun, keberhasilan transformasi tersebut juga memerlukan dukungan kebijakan pemerintah melalui penguatan infrastruktur, peningkatan literasi digital, kemudahan akses pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.
Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa peningkatan produktivitas UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya, tetapi juga pada terciptanya ekosistem yang mendukung inovasi dan transformasi digital. Dengan pengembangan sektor-sektor unggulan serta kebijakan yang tepat, UMKM diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Gorontalo sekaligus memperkuat daya saing daerah secara berkelanjutan.
Sumber: https://e-journal.citakonsultindo.or.id/index.php/IJBQR/article/view/2906
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026