Teluk Tomini Hadapi Peningkatan Kebutuhan Energi, Potensi Energi Terbarukan Jadi Andalan

Oleh: Berty H. Meluko . 13 Juli 2026 . 11:51:23

Kebutuhan energi di kawasan Teluk Tomini, Gorontalo, diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas industri, transportasi, rumah tangga, dan sektor komersial. Di sisi lain, Gorontalo memiliki potensi energi terbarukan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi hingga 2050.

Temuan tersebut diungkap dalam penelitian Sustainable Energy Planning Case Study of Tomini Bay Region of Gorontalo Province yang diterbitkan dalam Journal of Sustainable Development of Energy, Water and Environment Systems Tahun 2025. Penelitian dilakukan Akademisi Universitas Negeri Gorontalo oleh Sardi Salim, Eduart Wolok, dan Funco Tanipu.

Penelitian menggunakan metode observasi dan pemodelan Long-Range Energy Alternatives Planning System (LEAP) untuk memproyeksikan kebutuhan dan ketersediaan energi di Gorontalo. Hasil pemodelan menunjukkan kebutuhan listrik yang pada 2015 tercatat 152,4 MWh diproyeksikan meningkat menjadi 717,5 MWh pada 2025 dan mencapai 1.425 MWh pada 2050.

Peningkatan tersebut terjadi pada berbagai sektor. Kebutuhan energi industri diproyeksikan meningkat dari 260,9 ribu toe pada 2015 menjadi 1.090,2 ribu toe pada 2050. Sektor transportasi naik dari 227,5 ribu toe menjadi 794,2 ribu toe, sedangkan rumah tangga dan perkantoran meningkat dari 80,6 ribu toe menjadi 430,4 ribu toe.

Di tengah peningkatan kebutuhan tersebut, penelitian menemukan potensi energi terbarukan yang cukup besar. Empat sungai utama Gorontalo, yaitu Randangan, Paguyaman, Bulango, dan Bone, memiliki potensi daya listrik gabungan sekitar 64.565,83 kW berdasarkan analisis debit andalan 90 persen. Potensi lainnya berasal dari mini dan mikrohidro, biomassa, serta tenaga surya. Penelitian mengidentifikasi potensi sekitar 6.200 kW dari mini dan mikrohidro, 500 kW dari biomassa, serta 12.000 kW dari energi surya.

Pemodelan juga menunjukkan adanya peluang pergeseran menuju sumber energi yang lebih terbarukan. Permintaan energi dari biodiesel dan biofuel diproyeksikan tumbuh sekitar 13 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan permintaan energi fosil berbasis minyak yang sekitar 4 persen. Dalam skenario penelitian, minyak tanah, diesel, dan avtur diproyeksikan tidak lagi digunakan pada 2050.

Namun, pengembangan energi terbarukan tetap membutuhkan perhatian terhadap lingkungan. Pemanfaatan sungai sebagai sumber pembangkit, misalnya, sangat bergantung pada kelestarian hutan dan kawasan tangkapan air. Karena itu, pengembangan energi perlu berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

Penelitian ini pada akhirnya menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan energi di kawasan Teluk Tomini dapat diantisipasi melalui diversifikasi sumber energi dan pemanfaatan potensi energi terbarukan. Energi air, biomassa, surya, dan panas bumi dapat menjadi bagian dari perencanaan energi jangka panjang Gorontalo.

Dengan perencanaan yang tepat, potensi sumber daya alam tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga mendukung pembangunan daerah yang lebih berkelanjutan. Teluk Tomini dengan potensi sumber dayanya menjadi salah satu kawasan penting dalam melihat masa depan energi Gorontalo hingga 2050.

 

Sumber: https://www.sdewes.org/jsdewes/pid13.0588

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026