Sekolah Pemberdayaan Perempuan Tingkatkan Peran Perempuan Kepala Keluarga di Boalemo

Oleh: Berty H. Meluko . 9 Juni 2026 . 15:24:29

Perempuan yang menjadi kepala keluarga sering menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan rumah tangga pada umumnya. Selain bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga, mereka juga harus mengambil berbagai keputusan penting terkait ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keterlibatan dalam kehidupan sosial masyarakat. Di tengah berbagai tantangan tersebut, penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi salah satu kunci penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Novianty Djafri bersama Prof. Syamsu Qamar Badu, Dr. Heldy Vanni Alam, Dr. Isnanto, dan Dr. Nina Lamatenggo dari Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini mengkaji dampak program pendampingan kepemimpinan bagi perempuan kepala keluarga melalui Sekolah Pemberdayaan Perempuan di Desa Hutamonu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Boalemo.

Penelitian ini berangkat dari kondisi masyarakat Desa Hutamonu yang memiliki potensi besar di bidang pertanian, peternakan, dan sumber daya manusia, namun masih menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi. Salah satu kelompok yang rentan menghadapi hambatan tersebut adalah perempuan kepala keluarga yang sering kali memiliki keterbatasan akses terhadap informasi, sumber daya, serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Melalui program Sekolah Pemberdayaan Perempuan, para peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan mengenai kepemimpinan, pengelolaan keuangan keluarga, pengambilan keputusan, serta penguatan peran perempuan dalam pembangunan masyarakat. Program ini dirancang untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu menjalankan peran ganda sebagai pengelola keluarga dan anggota masyarakat yang aktif.

Hasil penelitian menunjukkan tiga dampak utama yang dirasakan peserta program. Pertama, terjadi peningkatan kapasitas kepemimpinan perempuan kepala keluarga. Setelah mengikuti pendampingan, para peserta menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, serta mengelola berbagai persoalan yang dihadapi keluarga.

Kedua, program ini berhasil meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Para peserta mulai menerapkan perencanaan keuangan yang lebih baik, mengatur pengeluaran secara lebih efektif, serta memprioritaskan kebutuhan penting keluarga seperti pendidikan dan kesehatan. Kemampuan tersebut berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan stabilitas ekonomi rumah tangga.

Ketiga, penelitian menemukan adanya peningkatan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa. Jika sebelumnya sebagian besar keputusan publik lebih banyak didominasi oleh laki-laki, setelah mengikuti program para perempuan mulai lebih aktif menghadiri musyawarah desa, terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, serta memberikan masukan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pembangunan desa.

Menurut tim peneliti, peningkatan partisipasi perempuan dalam ruang publik menjadi indikator penting keberhasilan program pemberdayaan. Ketika perempuan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri yang memadai, mereka mampu berkontribusi secara lebih besar dalam pembangunan masyarakat sekaligus memperjuangkan kebutuhan keluarganya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu peserta, tetapi menghasilkan dampak yang lebih luas bagi komunitas. Selama program berlangsung, terbentuk jaringan kerja sama antara perempuan peserta, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Jaringan tersebut membuka akses terhadap informasi, sumber daya, serta peluang pengembangan kapasitas yang mendukung keberlanjutan program.

Lebih jauh, temuan penelitian memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan investasi sosial yang mampu menghasilkan manfaat jangka panjang. Ketika perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan dan manajerial, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh anak-anak, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Bagi tim peneliti, pengalaman di Desa Hutamonu memberikan bukti bahwa program pendampingan yang dirancang secara partisipatif dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan kepala keluarga sekaligus memperkuat pembangunan desa yang inklusif. Model pemberdayaan seperti ini bahkan berpotensi direplikasi di berbagai wilayah pedesaan lainnya yang menghadapi tantangan serupa.

Melalui penelitian ini, para peneliti menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan bukan sekadar upaya menciptakan kesetaraan, melainkan langkah strategis untuk membangun keluarga yang lebih sejahtera dan masyarakat yang lebih kuat. Ketika perempuan diberi ruang untuk berkembang dan memimpin, manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh komunitas.

 

Sumber: https://ejournal.ppsdp.org/pijed/article/view/671

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG