Menjaga Keseimbangan Pendidikan dan Pengasuhan: Pelajaran dari Perjalanan PAUD di Slovakia

Oleh: Berty H. Meluko . 22 Juni 2026 . 13:46:52

Bagaimana sebuah negara menyeimbangkan fungsi pendidikan dan pengasuhan dalam layanan anak usia dini? Pertanyaan tersebut menjadi fokus penelitian yang melibatkan akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Pupung Puspa Ardini, dalam kajian mengenai perkembangan kebijakan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Slovakia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Child Care and Education Policy ini menelusuri perjalanan panjang sistem Early Childhood Education and Care (ECEC) atau pendidikan dan pengasuhan anak usia dini di Slovakia. Kajian tersebut mengungkap bagaimana layanan anak usia dini di negara tersebut bertransformasi dari sistem yang berorientasi pada kesehatan dan pengasuhan menjadi sistem yang semakin menekankan aspek pendidikan formal.

Perubahan tersebut berlangsung selama puluhan tahun dan dipengaruhi oleh berbagai dinamika politik serta sosial. Mulai dari era Kekaisaran Austro-Hungaria, masa pemerintahan sosialis, hingga era demokrasi modern, setiap periode memberikan warna tersendiri terhadap kebijakan dan praktik layanan anak usia dini di Slovakia.

Pada awal perkembangannya, lembaga pengasuhan anak didirikan untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat, terutama dalam melindungi anak-anak serta mendukung keluarga pekerja. Fokus utama saat itu adalah kesehatan, kesejahteraan, dan perkembangan anak secara menyeluruh. Namun seiring berkembangnya konsep pembelajaran sepanjang hayat (lifelong learning), peran lembaga anak usia dini mulai bergeser menjadi bagian dari sistem pendidikan formal.

Transformasi tersebut semakin menguat ketika taman kanak-kanak secara resmi dimasukkan ke dalam sistem pendidikan nasional Slovakia. Kurikulum yang sebelumnya menitikberatkan pada pengasuhan dan perkembangan anak mulai mengedepankan istilah pendidikan. Bahkan sejak tahun 2021, pendidikan prasekolah bagi anak usia lima tahun ditetapkan sebagai program wajib dan menjadi bagian dari jalur pendidikan formal.

Menurut hasil penelitian, perubahan ini membawa berbagai dampak positif. Standarisasi kurikulum, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik menjadi beberapa manfaat yang dirasakan. Pendidikan anak usia dini semakin diakui sebagai fondasi penting dalam perjalanan pendidikan seseorang.

Namun demikian, penelitian ini juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diperhatikan. Penekanan yang terlalu kuat pada aspek pendidikan berpotensi menggeser fungsi dasar layanan anak usia dini sebagai ruang pengasuhan, perlindungan, kesehatan, dan dukungan perkembangan anak secara holistik. Fenomena ini dikenal sebagai educationalization, yakni kecenderungan melihat seluruh layanan anak usia dini hanya dari sudut pandang pendidikan formal.

Penelitian juga menunjukkan adanya perubahan dalam peran tenaga profesional yang bekerja di sektor anak usia dini. Pada masa lalu, layanan bagi anak usia di bawah tiga tahun banyak melibatkan tenaga kesehatan seperti perawat anak, sementara pendidikan bagi anak usia tiga hingga enam tahun ditangani oleh guru taman kanak-kanak. Seiring perubahan kebijakan, peran pendidikan menjadi semakin dominan sehingga muncul tantangan baru terkait identitas profesi dan pembagian tanggung jawab di sektor tersebut.

Selain itu, kajian ini menemukan bahwa layanan bagi anak usia di bawah tiga tahun masih menjadi tantangan tersendiri. Setelah sempat mengalami kekosongan kebijakan pada awal 1990-an, Slovakia kembali mengembangkan layanan pengasuhan untuk kelompok usia tersebut melalui sektor layanan sosial. Meski demikian, integrasi antara aspek pendidikan, kesehatan, dan pengasuhan masih terus menjadi perhatian dalam pengembangan kebijakan.

Menariknya, pengalaman Slovakia tidak berbeda jauh dengan sejumlah negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur seperti Polandia, Hungaria, Lithuania, dan Latvia. Negara-negara tersebut juga menghadapi tantangan serupa dalam menjaga keseimbangan antara fungsi pendidikan dan pengasuhan dalam layanan anak usia dini.

Bagi para peneliti, pengalaman Slovakia memberikan pelajaran penting bahwa layanan anak usia dini yang berkualitas tidak cukup hanya berorientasi pada kesiapan anak memasuki sekolah. Pendidikan memang menjadi bagian penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan pengasuhan, kesehatan, kesejahteraan, dan dukungan keluarga.

Melalui kajian ini, para peneliti menegaskan bahwa masa kanak-kanak merupakan fase penting yang membutuhkan pendekatan menyeluruh. Ketika pendidikan, pengasuhan, kesehatan, dan perlindungan anak ditempatkan secara seimbang, layanan anak usia dini akan mampu memberikan fondasi yang lebih kuat bagi tumbuh kembang anak sekaligus mendukung pembangunan masyarakat di masa depan.

 

Sumber : https://link.springer.com/article/10.1186/s40723-026-00177-2

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG