
Hujan deras tidak hanya membawa air, tetapi juga dapat mengikis tanah, terutama pada lereng yang terbuka tanpa perlindungan vegetasi. Kondisi ini menjadi perhatian dalam sebuah penelitian yang menguji pemanfaatan serat aren sebagai bahan alami untuk membantu mengendalikan erosi.
Penelitian berjudul How Effective Are Palm-Fiber-Based Erosion Control Blankets (ECB) against Natural Rainfall? dilakukan oleh Mohamad Jahja, Ali Mudatstsir, Idawati Supu, Yayu Indriati Arifin, Jayanti Rauf, Masayuki Sakakibara, Tsutomu Yamaguchi, Andi Patiware Metaragakusuma, dan Ivana Butolo. Penelitian tersebut menguji kemampuan penutup pengendali erosi berbahan serat aren dalam melindungi tanah dari erosi akibat hujan alami.
Pengujian dilakukan selama tiga bulan, dari Februari hingga April 2023, pada lahan percobaan di Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango. Dua bidang tanah dengan luas masing-masing 10 meter persegi dibandingkan, yakni satu bidang menggunakan penutup berbahan serat aren dan satu bidang lainnya dibiarkan terbuka. Tanah yang terbawa aliran air kemudian dikumpulkan dan ditimbang selama periode penelitian.
Hasilnya menunjukkan perbedaan yang cukup mencolok. Pada bidang tanah yang dibiarkan terbuka, jumlah tanah yang hilang mencapai 154,6 kilogram. Sementara itu, pada bidang yang ditutupi jaring serat aren, tanah yang tererosi hanya sekitar 16,7 kilogram. Artinya, penggunaan penutup berbahan serat aren mampu mengurangi kehilangan tanah hingga sekitar 90 persen.
Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan fungsi serat aren sebagai pelindung permukaan tanah. Bentuk jaring memungkinkan tanah tetap terlindungi sekaligus memberi ruang bagi rumput atau tanaman untuk tumbuh di antara celahnya. Pertumbuhan vegetasi tersebut berpotensi memberikan perlindungan tambahan terhadap permukaan tanah dan semakin membantu mengurangi erosi.
Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi solusi untuk persoalan lingkungan. Serat aren yang selama ini dikenal sebagai bahan alami memiliki karakteristik yang mendukung penggunaannya sebagai bahan pengendali erosi. Penelitian tersebut juga melihat pemanfaatan serat aren sebagai peluang pengembangan industri baru bagi masyarakat pedesaan.
Bagi wilayah yang memiliki persoalan erosi pada lereng dan lahan terbuka, pemanfaatan serat aren dapat menjadi salah satu alternatif yang menarik karena menggabungkan fungsi perlindungan tanah dengan pemanfaatan sumber daya alam lokal. Penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis bahan alami dapat memberikan manfaat nyata dalam menjaga tanah dari kehilangan akibat hujan sekaligus membuka peluang pemanfaatan serat aren secara lebih berkelanjutan.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026