
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), teknologi digital kini semakin sulit dipisahkan dari aktivitas bisnis. Media sosial, platform digital, hingga berbagai aplikasi dapat membantu usaha menjangkau pelanggan dan menjalankan kegiatan bisnis dengan lebih mudah. Namun, pemanfaatan teknologi tidak selalu otomatis membuat usaha berkembang. Penelitian terbaru yang melibatkan peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi dan dukungan dari pimpinan menjadi faktor penting agar digitalisasi benar-benar berdampak pada kinerja bisnis.
Temuan tersebut diungkap dalam penelitian berjudul “Digital Leadership and Business Performance in SMEs: A Moderated Mediation Model Through Digital Capability and Top Management Support” yang dilakukan oleh Andi Yusniar Mendo, Syamsul B. Biki, Halek Mu'min, Melan Angriani Asnawi, dan Mentari Rizki Sawitri Pilomonu. Penelitian ini melibatkan peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo dan INTI International University, Malaysia.
Penelitian tersebut melihat bagaimana gaya kepemimpinan yang mendukung pemanfaatan teknologi dapat membantu UMKM meningkatkan kemampuan digitalnya, sekaligus melihat hubungan kemampuan tersebut dengan kinerja bisnis.
Untuk mendapatkan gambaran tersebut, peneliti melibatkan 210 UMKM sektor makanan dan minuman di Provinsi Gorontalo sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital memiliki hubungan positif dengan kemampuan digital UMKM. Artinya, ketika pemimpin memiliki visi terhadap pemanfaatan teknologi, mendorong inovasi, dan mendukung penggunaan teknologi dalam kegiatan usaha, kemampuan digital organisasi juga cenderung meningkat.
Temuan yang paling menonjol terlihat pada hubungan antara kemampuan digital dan kinerja bisnis. Penelitian menunjukkan bahwa kemampuan digital memiliki pengaruh paling kuat dalam model penelitian, dengan nilai koefisien sebesar 0,658.
Secara sederhana, hasil tersebut menunjukkan bahwa teknologi akan memberikan manfaat lebih besar ketika pelaku UMKM benar-benar mampu menggunakannya untuk mendukung bisnis. Memiliki perangkat atau akun digital saja belum cukup. Pelaku usaha perlu mengetahui bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membaca peluang, berinteraksi dengan pelanggan, memperbaiki proses kerja, dan mendukung pengambilan keputusan.
Penelitian juga menemukan bahwa kepemimpinan digital memiliki hubungan positif dengan kemampuan digital, dengan nilai koefisien sebesar 0,619. Temuan lainnya menunjukkan bahwa dukungan manajemen dapat memperkuat hubungan antara kemampuan digital dan kinerja bisnis. Ketika pemanfaatan teknologi didukung oleh pimpinan melalui sumber daya, kebijakan, maupun dorongan terhadap inovasi, kemampuan digital yang dimiliki UMKM lebih berpeluang memberikan hasil terhadap kinerja usaha.
Dengan kata lain, transformasi digital bukan hanya persoalan menghadirkan teknologi baru. Manusia yang mengelola teknologi dan lingkungan usaha yang mendukung penggunaannya juga menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Temuan penelitian ini menjadi relevan bagi UMKM di Gorontalo yang terus menghadapi perubahan perilaku konsumen dan persaingan usaha. Penguatan kemampuan digital dapat membantu pelaku usaha menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, sementara kepemimpinan yang terbuka terhadap teknologi dapat mendorong proses adaptasi berjalan lebih terarah.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa model yang digunakan mampu menjelaskan sekitar 70,6 persen variasi kinerja bisnis. Angka tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dikaji dalam penelitian memiliki kemampuan yang cukup kuat dalam menjelaskan perbedaan kinerja bisnis pada UMKM yang menjadi objek penelitian. Bagi pelaku UMKM, pesan dari penelitian ini cukup sederhana: digitalisasi sebaiknya tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan yang benar-benar mendukung kegiatan usaha. Pelatihan, peningkatan keterampilan digital, serta dukungan pimpinan dapat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.
Penelitian ini sekaligus memperlihatkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat mengangkat persoalan yang dekat dengan perkembangan dunia usaha di daerah. Kajian terhadap UMKM makanan dan minuman di Gorontalo memberikan gambaran mengenai pentingnya sumber daya manusia dan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan teknologi.
Pada akhirnya, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang digunakan, tetapi seberapa baik teknologi tersebut dipahami dan dimanfaatkan untuk menjalankan bisnis.
Temuan tersebut dapat menjadi pijakan bagi penelitian maupun program penguatan UMKM berikutnya, khususnya dalam meningkatkan kemampuan digital, mendorong kepemimpinan yang adaptif terhadap teknologi, dan menciptakan lingkungan usaha yang mendukung inovasi.
Sumber: https://www.sciencepubco.com/index.php/IJAES/article/view/35783
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026