Riset Ungkap Minuman Enzim Berpotensi Bantu Turunkan Kolesterol Pekerja Percetakan

Oleh: Berty H. Meluko . 4 Juli 2026 . 11:57:42

Paparan bahan kimia dalam lingkungan kerja menjadi salah satu perhatian penting dalam menjaga kesehatan pekerja. Salah satunya adalah toluena, bahan pelarut yang banyak digunakan dalam industri percetakan dan dapat memicu stres oksidatif di dalam tubuh.

Sebuah penelitian yang melibatkan peneliti dari berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Gorontalo, menemukan bahwa konsumsi minuman yang diperkaya enzim tertentu selama 14 hari berkaitan dengan penurunan kadar kolesterol dan salah satu penanda stres oksidatif pada pekerja industri percetakan di Surabaya.

Penelitian tersebut berjudul “Effects of DNA demethylation with rich intake of CYP2E1, glutathione and decarboxylase enzymes on cholesterol of smokers in the printing industry in Surabaya”. Salah satu peneliti dalam riset ini adalah  Sunardi dari Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo.

Penelitian dilakukan pada pekerja di Airlangga University Press dan PT Graha Cipta Pustaka di Surabaya. Dari 26 pekerja yang menjadi populasi penelitian, sebanyak 15 orang mengikuti seluruh tahapan penelitian.

Para pekerja diberikan minuman bubuk yang diperkaya enzim CYP2E1 dan dekarboksilase. Minuman tersebut dikonsumsi satu kali sehari setelah makan siang selama 14 hari. Sebelum dan sesudah pemberian minuman, peneliti melakukan pemeriksaan darah untuk melihat perubahan kadar kolesterol dan malondialdehida atau MDA, yang digunakan sebagai salah satu penanda stres oksidatif.

Hasil penelitian menunjukkan perubahan cukup besar pada kadar kolesterol pekerja. Sebelum intervensi, sebanyak 10 dari 15 pekerja atau 66,7 persen memiliki kadar kolesterol 200 mg/dL atau lebih. Setelah 14 hari, jumlah pekerja dengan kadar kolesterol pada kategori tersebut turun menjadi dua orang atau 13,3 persen. Sebaliknya, jumlah pekerja dengan kadar kolesterol di bawah 200 mg/dL meningkat dari lima orang menjadi 13 orang.

Secara rata-rata, kadar kolesterol pekerja turun dari 213,93 mg/dL sebelum intervensi menjadi 148,80 mg/dL setelah intervensi. Artinya, terdapat penurunan rata-rata sebesar 65,13 mg/dL. Analisis statistik yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa perubahan tersebut signifikan.

Perubahan juga terlihat pada kadar MDA, terutama pada pekerja yang merokok. Sebelum intervensi, seluruh pekerja perokok dalam penelitian memiliki kadar MDA di atas batas normal. Setelah intervensi, tujuh dari delapan pekerja perokok menunjukkan perbaikan kadar MDA, sehingga hanya satu orang yang masih berada pada kategori abnormal.

Temuan tersebut berkaitan dengan cara tubuh memproses toluena. Ketika masuk ke dalam tubuh, toluena terutama dimetabolisme oleh enzim CYP2E1 di hati. Proses ini dapat menghasilkan senyawa reaktif yang, jika berlebihan, dapat meningkatkan stres oksidatif dan memicu kerusakan pada sel.

Dalam penelitian ini, peneliti mencoba melihat apakah asupan yang diperkaya enzim dapat membantu proses tersebut. Minuman yang digunakan berasal dari bahan berbasis pangan, dengan salmon dan minyak ikan sebagai sumber utama CYP2E1 serta protein nabati hasil fermentasi sebagai sumber dekarboksilase.

Menariknya, konsentrasi toluena yang terukur di lingkungan kerja para peserta relatif rendah, dengan rata-rata 0,0265 ppm, jauh di bawah ambang batas nasional sebesar 20 ppm. Namun, penelitian tetap menemukan adanya perubahan pada penanda stres oksidatif dan kadar kolesterol setelah intervensi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemantauan kesehatan pekerja, tidak hanya berdasarkan kadar bahan kimia di lingkungan kerja, tetapi juga berdasarkan kondisi biologis tubuh.

Meski memberikan hasil yang menjanjikan, peneliti menegaskan bahwa pendekatan berbasis nutrisi tersebut belum dapat menggantikan upaya utama dalam keselamatan kerja. Pengendalian paparan bahan kimia dan penggunaan alat pelindung diri tetap menjadi bagian penting dalam melindungi pekerja.

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena melibatkan jumlah peserta yang relatif sedikit, berlangsung dalam waktu singkat, dan tidak menggunakan kelompok kontrol. Karena itu, hasil penelitian belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh perubahan kadar kolesterol dan MDA hanya disebabkan oleh minuman yang diberikan. Peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar, kelompok kontrol, serta waktu pengamatan yang lebih panjang.

Riset ini memberikan perspektif baru dalam bidang kesehatan dan keselamatan kerja dengan menghubungkan perlindungan pekerja, paparan bahan kimia, dan pendekatan berbasis nutrisi. Temuan tersebut sekaligus membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai strategi pendukung untuk membantu menjaga kesehatan pekerja yang berhadapan dengan paparan pelarut dalam aktivitas industri.

 

Sumber: https://www.ffhdj.com/index.php/FunctionalFoodScience/article/view/1701

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026