Riset UNG Ungkap Potensi Wisata Pesisir Teluk Tomini dan Tantangan Infrastruktur

Oleh: Berty H. Meluko . 16 September 2026 . 17:06:04

Keindahan alam pesisir Teluk Tomini menjadi modal penting bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan. Namun, daya tarik pantai dan pulau-pulau yang dimiliki kawasan ini belum sepenuhnya didukung oleh ketersediaan fasilitas dasar yang memadai. Penelitian yang dilakukan oleh empat peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan bahwa masyarakat di sejumlah destinasi pesisir memiliki dukungan tinggi terhadap pengembangan pariwisata, tetapi kesenjangan infrastruktur masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian.

Penelitian berjudul “Between Natural Assets and Infrastructure Gaps: Community Perspectives on Sustainable Coastal Tourism in Tomini Bay” ini ditulis oleh Sri Nuryatin Hamzah, Femy M. Sahami, Sitty Ainsyah Habibie, dan Sri Fitriani Monoarfa.

Studi tersebut mengkaji persepsi masyarakat terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di empat lokasi pesisir Teluk Tomini, yakni Pulau Lahe di Kabupaten Pohuwato, Pulau Bitila di Kabupaten Boalemo, Pantai Pinomontiga di Kabupaten Bone Bolango, serta Pantai Leato Selatan di Kota Gorontalo. Keempat lokasi dipilih untuk menggambarkan perbedaan karakteristik lingkungan, kondisi sosial masyarakat, dan tingkat kesiapan destinasi dalam mendukung kegiatan wisata.

Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan penilaian menggunakan kuesioner. Informasi dihimpun dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk nelayan, tokoh masyarakat, perempuan, dan generasi muda. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat potensi wisata tidak hanya dari sisi daya tarik alam, tetapi juga dari penerimaan masyarakat serta kondisi fasilitas dan aksesibilitas di setiap lokasi.

Salah satu temuan utama penelitian adalah tingginya dukungan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata. Persentase dukungan di empat lokasi berkisar antara 87,5 hingga 100 persen. Sikap masyarakat terhadap kedatangan wisatawan juga cenderung positif, dengan tingkat penerimaan yang bervariasi sesuai kondisi masing-masing destinasi.

Di Pulau Lahe, sebanyak 87,5 persen responden mendukung pengembangan wisata, sementara di Pulau Bitila angkanya mencapai 92,5 persen. Dukungan penuh, yakni 100 persen, ditemukan pada masyarakat di Pantai Pinomontiga dan Pantai Leato Selatan. Temuan ini memperlihatkan bahwa penerimaan sosial telah menjadi modal awal bagi pengembangan pariwisata di kawasan Teluk Tomini.

Dari sisi daya tarik, keempat lokasi memperoleh penilaian dalam kategori baik, dengan skor rata-rata berkisar antara 70 hingga 77 persen. Kebersihan pantai, hamparan pasir, panorama pesisir, dan keberadaan lokasi untuk menikmati pemandangan menjadi unsur yang memperkuat daya tarik destinasi. Pulau Lahe mencatat skor rata-rata tertinggi pada aspek ini, yakni 77 persen.

Meski memiliki potensi alam yang relatif baik, kondisi fasilitas wisata menunjukkan kesenjangan yang cukup besar. Pulau Lahe memperoleh skor kecukupan fasilitas sebesar 21 persen, sedangkan Pulau Bitila hanya 14 persen. Kedua lokasi tersebut masih menghadapi keterbatasan sarana dasar, seperti toilet, air bersih, tempat sampah, warung makanan, gazebo, dan ruang bilas.

Pantai Pinomontiga berada pada kategori sedang dengan skor fasilitas 57 persen. Sementara itu, Pantai Leato Selatan mencatat skor 76 persen dan masuk kategori baik. Ketersediaan fasilitas yang lebih lengkap, keberadaan petugas, serta sistem tiket yang lebih jelas menunjukkan bahwa kesiapan pelayanan wisata di Pantai Leato Selatan relatif lebih baik dibandingkan lokasi penelitian lainnya.

Perbedaan juga terlihat pada aspek aksesibilitas. Pulau Lahe dan Pulau Bitila masing-masing memperoleh skor 58 dan 55 persen, yang termasuk kategori sedang. Sebaliknya, Pantai Pinomontiga memperoleh 72 persen dan Pantai Leato Selatan 77 persen, keduanya dalam kategori baik. Kondisi jalan menuju lokasi dan kemudahan transportasi menjadi bagian penting yang memengaruhi akses pengunjung.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata pesisir tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam dan minat wisatawan. Ketersediaan air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, transportasi, serta pelayanan dasar turut menentukan kenyamanan pengunjung sekaligus keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.

Dalam konteks ekonomi biru (blue economy), pengembangan wisata perlu menjaga keseimbangan antara manfaat ekonomi, kesejahteraan masyarakat pesisir, dan kelestarian ekosistem laut. Peningkatan kunjungan yang tidak disertai pengelolaan memadai berisiko menambah tekanan terhadap lingkungan dan memunculkan ketimpangan dalam pembagian manfaat ekonomi.

Karena itu, peneliti menekankan perlunya pengembangan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing lokasi. Destinasi dengan fasilitas yang lebih baik dapat diarahkan untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan lingkungan, sedangkan lokasi yang masih tertinggal perlu memprioritaskan pemenuhan fasilitas dasar. Keterlibatan masyarakat juga perlu dipertahankan agar pengembangan wisata sejalan dengan kebutuhan lokal dan membuka peluang ekonomi yang lebih merata.

Penelitian ini memberikan gambaran bahwa Teluk Tomini memiliki modal sosial dan kekayaan alam yang kuat untuk mendukung pariwisata pesisir berkelanjutan. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut dikelola melalui perencanaan yang sesuai dengan karakteristik setiap wilayah, perbaikan infrastruktur secara bertahap, serta perlindungan ekosistem pesisir. Dengan pendekatan tersebut, pariwisata di Teluk Tomini berpeluang berkembang tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

 

Sumber: link jurnal

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026