Riset UNG Kembangkan Spray Gel Albumin Ikan Huluu untuk Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar

Oleh: Berty H. Meluko . 25 Mei 2026 . 14:38:54

Pemanfaatan sumber daya hayati lokal sebagai bahan pengembangan produk kesehatan terus menunjukkan potensi yang menjanjikan. Salah satu inovasi terbaru datang dari tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo yang mengembangkan spray gel berbasis albumin ikan Hulu’u (Giuris margaritacea) sebagai kandidat terapi penyembuhan luka bakar.

Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science and Technology Indonesia tahun 2026 dengan judul "Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of BurnWounds: In Vivo Evaluation in Rats".

Penelitian ini dilakukan oleh Mohamad Aprianto Paneo, bersama tim peneliti Endah Nurrohwinta Djuwarno, Sitty Ainsyah Habibie, Nurain Thomas, Multiani S. Latif, Nur Alifia Karina Munafri, dan Rayhan Firman Anasiru. Studi ini mengkaji efektivitas berbagai konsentrasi albumin ikan Hulu’u dalam formulasi spray gel untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar.

Albumin merupakan protein yang memiliki peran penting dalam regenerasi jaringan dan proses perbaikan luka. Dalam penelitian ini, albumin diekstraksi dari ikan Hulu’u, salah satu ikan air tawar lokal yang memiliki kandungan protein tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku farmasi.

Tim peneliti kemudian memformulasikan albumin tersebut ke dalam beberapa variasi spray gel dengan konsentrasi berbeda. Formulasi dikembangkan menggunakan kombinasi polimer hidrofilik yang dirancang agar mampu membentuk lapisan gel stabil pada permukaan luka sekaligus membantu pelepasan albumin secara bertahap.

Berbagai pengujian dilakukan untuk menilai kualitas formulasi, mulai dari stabilitas fisik, tingkat keasaman (pH), viskositas, daya sebar, daya lekat, hingga kemampuan pelepasan albumin dari sistem gel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh formulasi memiliki stabilitas yang baik dan berada pada rentang pH yang aman untuk penggunaan pada kulit.

Menariknya, formulasi dengan konsentrasi albumin tertinggi menunjukkan performa paling optimal. Formulasi tersebut memiliki viskositas yang lebih stabil, daya sebar yang baik, serta kemampuan pelepasan albumin paling tinggi dibandingkan formulasi lainnya.

Dalam pengujian in vitro, formulasi dengan kandungan albumin 20 persen mampu melepaskan albumin hingga 81 persen dalam waktu 180 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi albumin berpengaruh terhadap laju difusi dan efektivitas pelepasan zat aktif dari sistem gel.

Tidak hanya diuji di laboratorium, penelitian ini juga melakukan pengujian in vivo pada hewan coba untuk melihat efektivitas penyembuhan luka bakar. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa formulasi dengan konsentrasi albumin tertinggi memberikan efek penyembuhan paling baik dengan tingkat penyusutan diameter luka yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol.

Menurut tim peneliti, efektivitas tersebut kemungkinan berkaitan dengan kemampuan albumin dalam mendukung proliferasi sel, sintesis kolagen, serta pembentukan jaringan baru pada area luka. Selain itu, bentuk spray gel dinilai memiliki keunggulan praktis karena mudah diaplikasikan, mampu menutup permukaan luka secara merata, dan membantu menjaga kelembapan area luka selama proses penyembuhan.

Penelitian ini sekaligus memperlihatkan potensi besar pemanfaatan sumber daya lokal Gorontalo dalam pengembangan produk farmasi dan biomaterial modern. Ikan Hulu’u yang selama ini lebih dikenal sebagai komoditas konsumsi masyarakat ternyata memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bahan terapeutik bernilai tinggi.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa albumin ikan Hulu’u memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan terapeutik dalam penyembuhan luka bakar. Inovasi ini tidak hanya membuka peluang pengembangan produk farmasi berbasis sumber daya lokal, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kekayaan hayati Gorontalo dapat diolah menjadi produk kesehatan yang bernilai tinggi dan berdaya saing.

 

Sumber : https://sciencetechindonesia.com/index.php/jsti/article/view/2213

 

Agenda

1 - 2 Juli 2026

WORKSHOP: Dari Pengukuran ke Publikasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater