Riset UNG Kembangkan E-Modul Discovery Learning untuk Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Manusia

Oleh: Berty H. Meluko . 14 Juli 2026 . 15:51:51

Memahami bagaimana darah mengalir dan bekerja di dalam tubuh bukanlah hal yang selalu mudah bagi peserta didik. Materi sistem peredaran darah manusia memuat berbagai proses dan istilah ilmiah yang saling berkaitan, sehingga membutuhkan cara penyajian yang dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret dan menarik.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurnaningsih Bobihu, Masra Latjompoh, Margaretha Solang, Djuna Lamondo, Elya Nusantari, dan Muh. Nur Akba dari Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, UNG. Penelitian ini mengembangkan e-modul berbasis discovery learning untuk membantu pembelajaran materi sistem peredaran darah manusia di tingkat SMA.

Pengembangan bahan ajar tersebut berangkat dari temuan bahwa materi sistem peredaran darah manusia masih menjadi salah satu materi yang sulit dipahami peserta didik. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru Biologi kelas XI di SMA Negeri 1 Telaga, materi tersebut bersifat cukup abstrak dan memiliki banyak istilah ilmiah yang memiliki kemiripan. Pada saat yang sama, bahan ajar yang digunakan masih terbatas pada buku cetak, presentasi PowerPoint, dan lembar kerja peserta didik.

Melihat kondisi tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar dalam bentuk elektronik yang dipadukan dengan model discovery learning. Pendekatan ini menempatkan peserta didik lebih aktif dalam proses pembelajaran. Mereka didorong untuk mencari informasi, melakukan penyelidikan, menghubungkan berbagai informasi, hingga menemukan konsep secara mandiri.

E-modul yang dikembangkan tidak hanya mengubah modul cetak menjadi format digital. Bahan ajar tersebut dirancang agar dapat menyajikan materi secara lebih interaktif dengan memanfaatkan berbagai unsur multimedia. Peneliti menggunakan aplikasi Flip PDF Professional yang memungkinkan penyisipan gambar, video, audio, dan tautan ke dalam e-modul sehingga materi dapat disampaikan dengan lebih beragam.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model Sugiyono. Pengembangan dilakukan sampai tahap uji coba terbatas dengan melibatkan 15 peserta didik kelas XI-4 SMA Negeri 1 Telaga. Untuk melihat perubahan kemampuan peserta didik, penelitian menggunakan desain one-group pre-test-post-test, yaitu membandingkan hasil belajar sebelum dan setelah penggunaan e-modul.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid. Validasi isi atau materi memperoleh nilai 86,15 persen, sedangkan validasi konstruk memperoleh nilai 92,36 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-modul dinilai layak dari sisi materi maupun desain untuk digunakan sebagai bahan pendukung pembelajaran. Pada aspek desain, penilaian mencakup penyajian teks, gambar, dan video. Ketiga aspek tersebut memperoleh penilaian tinggi, dengan rata-rata validasi konstruk mencapai 92,36 persen dan masuk dalam kategori sangat valid.

Setelah dinyatakan valid, e-modul kemudian diuji secara terbatas untuk melihat kepraktisannya dalam proses pembelajaran. Hasilnya menunjukkan aktivitas peserta didik mencapai 81,94 persen, keterlaksanaan pembelajaran sebesar 90,8 persen, dan respons peserta didik terhadap e-modul mencapai 92,45 persen. Ketiganya berada pada kategori sangat baik.

Perubahan juga terlihat pada hasil belajar. Sebelum menggunakan e-modul, nilai rata-rata pretest peserta didik berada pada angka 32,8, masih di bawah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan SMA Negeri 1 Telaga, yaitu 70. Setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan e-modul, nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 80,86 dan telah mencapai kategori tuntas. Peningkatan kemampuan tersebut diperkuat dengan hasil analisis N-Gain. Nilai N-Gain mencapai 0,71, yang termasuk kategori tinggi. Jika dinyatakan dalam persentase, nilai N-Gain mencapai 72 persen dan berada dalam kategori efektif.

Hasil tersebut memberikan gambaran bahwa e-modul berbasis discovery learning berpotensi membantu peserta didik memahami materi sistem peredaran darah manusia. Penyajian materi dalam format elektronik memungkinkan penggunaan berbagai media pendukung, sementara pendekatan discovery learning memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif membangun pemahamannya.

Dengan pendekatan tersebut, pembelajaran sistem peredaran darah tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi secara satu arah. Peserta didik diarahkan untuk terlibat dalam proses menemukan informasi dan memahami konsep berdasarkan pengalaman belajar yang diberikan. Hal ini sejalan dengan tujuan pengembangan e-modul yang memang dirancang untuk mendukung aktivitas belajar dan meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik.

Meski menunjukkan hasil yang positif, penelitian ini masih dilakukan dalam uji coba skala terbatas. Artinya, temuan penelitian belum dapat digeneralisasikan secara luas. Pengujian pada jumlah peserta didik dan lingkungan pembelajaran yang lebih besar masih diperlukan untuk melihat bagaimana e-modul tersebut bekerja pada kondisi yang lebih beragam.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bahan ajar Biologi. E-modul dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan materi yang lebih interaktif, terutama pada topik yang memiliki konsep abstrak dan membutuhkan bantuan visual dalam proses pemahamannya.

Bagi pembelajaran sistem peredaran darah manusia, inovasi tersebut dapat menjadi langkah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aktif. Peserta didik tidak hanya membaca dan menghafalkan istilah, tetapi didorong untuk menemukan serta membangun pemahaman terhadap konsep yang dipelajari.

 

Sumber: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/jrpp/article/download/41104/25805/135257

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026