Riset Kolaboratif Ungkap Potensi Tanaman Herbal untuk Meningkatkan Produktivitas Kepiting Bakau

Oleh: Berty H. Meluko . 29 Mei 2026 . 16:43:34

Budidaya kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Namun, pembudidaya masih menghadapi tantangan besar berupa tingginya angka kematian kepiting saat memasuki fase molting atau pergantian kulit. Menjawab tantangan tersebut, dosen Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Yuniarti Koniyo, menjadi salah satu peneliti dalam riset kolaboratif yang berhasil membuktikan bahwa kombinasi ekstrak tanaman herbal mampu meningkatkan pertumbuhan sekaligus keberhasilan molting kepiting bakau secara signifikan.

Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam Egyptian Journal of Aquatic Research, jurnal internasional bereputasi yang diterbitkan oleh Elsevier, melalui artikel berjudul Efficacy of Plant Extracts in Enhancing Growth and Molting of Crab (Scylla serrata) in a Traditional Pond System. Penelitian ini merupakan kolaborasi antara peneliti dari Universitas Mulawarman, Universitas Udayana, dan Universitas Negeri Gorontalo, serta didukung pendanaan Riset Kolaborasi Indonesia Timur Tahun 2024 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.

Kepiting bakau merupakan komoditas perikanan yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai jual tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional. Akan tetapi, proses molting sering menjadi fase paling kritis dalam pemeliharaan. Pada tahap ini kepiting melepaskan cangkang lamanya untuk membentuk cangkang baru sehingga tubuh menjadi lunak, rentan terhadap stres, infeksi, hingga kematian. Tidak sedikit pembudidaya mengalami kerugian akibat tingginya kegagalan molting yang berdampak langsung pada rendahnya produktivitas budidaya.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti mengembangkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan alami sebagai suplemen pakan. Penelitian memanfaatkan kombinasi ekstrak terong asam (Solanum ferox), temu kunci (Boesenbergia pandurata), dan lempuyang (Zingiber zerumbet), tiga tanaman herbal yang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, pinostrobin, dan zerumbone. Senyawa-senyawa tersebut telah banyak dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri, imunostimulan, sekaligus membantu meningkatkan metabolisme organisme akuatik.

Penelitian dilaksanakan di tambak tradisional di Muara Badak, Kalimantan Timur, dengan melibatkan 450 ekor kepiting bakau berbobot rata-rata sekitar 136 gram. Selama empat minggu pemeliharaan, kepiting diberi pakan berupa ikan segar yang diperkaya dengan kombinasi ekstrak herbal pada berbagai dosis untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pertumbuhan, keberhasilan molting, dan tingkat kelangsungan hidup.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak terong asam dan temu kunci sebanyak 30 mL per kilogram pakan memberikan hasil paling optimal. Perlakuan tersebut menghasilkan pertambahan bobot hingga 74,30 gram, lebih dari lima kali lipat dibandingkan kepiting yang tidak memperoleh ekstrak herbal dengan pertambahan bobot sekitar 13,72 gram. Selain itu, seluruh kepiting pada kelompok perlakuan tersebut berhasil melewati proses molting dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen, menunjukkan bahwa pemberian ekstrak herbal mampu mendukung proses pergantian kulit secara optimal.

Tidak hanya meningkatkan pertumbuhan, penggunaan ekstrak herbal juga terbukti mampu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup kepiting. Perlakuan menggunakan kombinasi ekstrak herbal menghasilkan tingkat kematian yang jauh lebih rendah dibandingkan kelompok tanpa perlakuan. Temuan ini menunjukkan bahwa senyawa aktif yang terkandung dalam tanaman herbal tidak hanya membantu mempercepat pertumbuhan, tetapi juga meningkatkan daya tahan tubuh sehingga kepiting lebih mampu menghadapi stres selama proses molting maupun perubahan kondisi lingkungan budidaya.

Menurut tim peneliti, keberhasilan tersebut berkaitan dengan kemampuan senyawa bioaktif dalam memperbaiki metabolisme pakan, meningkatkan fungsi sistem pencernaan, memperkuat sistem imun, serta membantu menyediakan energi yang dibutuhkan selama proses pembentukan cangkang baru. Dengan kondisi fisiologis yang lebih baik, kepiting dapat melewati fase molting dengan risiko kegagalan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode budidaya konvensional.

Menariknya, seluruh pengujian dilakukan pada sistem tambak tradisional yang masih banyak diterapkan oleh masyarakat pesisir. Hal ini membuka peluang besar bagi pembudidaya untuk mengadopsi inovasi tersebut tanpa harus melakukan perubahan besar pada sistem budidaya yang telah berjalan. Pemanfaatan tanaman herbal lokal juga menjadi alternatif yang lebih aman dan ramah lingkungan karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan sintetis dalam budidaya perikanan.

Keterlibatan Yuniarti Koniyo dalam penelitian ini menunjukkan kontribusi nyata dosen Universitas Negeri Gorontalo dalam menghasilkan inovasi berbasis sumber daya hayati Indonesia melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi. Hasil riset ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan di bidang akuakultur, tetapi juga menawarkan solusi praktis yang dapat diterapkan oleh pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas usaha secara berkelanjutan.

Bagi dunia budidaya perikanan, temuan ini membuka peluang baru dalam pemanfaatan tanaman herbal lokal sebagai suplemen pakan yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan. Sementara bagi Universitas Negeri Gorontalo, penelitian kolaboratif ini menjadi bukti bahwa sinergi antarperguruan tinggi mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan sektor perikanan Indonesia.

 

Sumber : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1687428525000019

Agenda

1 - 2 Juli 2026

WORKSHOP: Dari Pengukuran ke Publikasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater