

Gorontalo, 28 November 2025 — LPPM UNG Melakukan Monev Program Inovasi Seni Nusantara kembali menghadirkan gebrakan baru melalui pelatihan bertajuk “Go Banana Fiber for Karawo”, sebuah inisiatif yang berfokus pada pemanfaatan serat batang pisang sebagai material ramah lingkungan untuk memperkuat daya saing kerajinan karawo, salah satu warisan budaya khas Gorontalo.
Pelatihan ini diikuti oleh para perajin karawo, pelaku UMKM, serta pegiat seni kriya dari berbagai daerah. Mereka dibekali pengetahuan mulai dari teknik pengolahan serat pisang menjadi benang, pewarnaan alami, hingga penerapan serat pada motif karawo modern. Selain itu, peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi pemasaran produk berkelanjutan dan peluang ekspor kerajinan berbahan eco-fiber.
Koordinator program menyampaikan bahwa inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk mengembangkan kerajinan daerah tanpa meninggalkan prinsip kelestarian lingkungan. “Pemanfaatan serat pisang bukan hanya memperkaya tekstur dan karakter karawo, tapi juga mendorong terciptanya ekonomi hijau berbasis potensi lokal,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, diharapkan terbentuk ekosistem industri kreatif yang tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga berkelanjutan. Para perajin dapat memanfaatkan limbah batang pisang—yang sebelumnya kurang bernilai—menjadi material bernilai tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Program “Go Banana Fiber for Karawo” menjadi bukti bahwa seni dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan. Dengan mengangkat serat lokal sebagai identitas baru karawo, Gorontalo berpotensi menjadi pusat inovasi kriya hijau yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.