Perubahan Penggunaan Lahan Ternyata Mengubah Kualitas Tanah Hitam, Ini Temuan Penelitian

Oleh: Berty H. Meluko . 21 Juni 2026 . 16:45:17

Tanah merupakan fondasi utama bagi ketahanan pangan. Namun, kualitas tanah tidak bersifat tetap. Perubahan tutupan dan penggunaan lahan, seperti pembukaan hutan menjadi lahan pertanian, dapat memengaruhi kandungan unsur hara, bahan organik, hingga kemampuan tanah dalam menyimpan karbon. Perubahan tersebut tidak hanya berdampak pada produktivitas pertanian, tetapi juga berpengaruh terhadap upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim.

Isu tersebut menjadi fokus penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh Yiyi Sulaeman, Eni Maftuáh, Sukarman, Risma Neswati, Nurdin, Tony Basuki, Ahmad Suriadi, dan Ivan Vasenev. Penelitian berjudul Influence of Land-Use Type on Black Soil Features in Indonesia Based on Soil Survey Data ini menganalisis bagaimana berbagai jenis penggunaan lahan memengaruhi sifat tanah hitam (black soil) di Indonesia. Tanah hitam merupakan tanah yang memiliki kandungan bahan organik tinggi sehingga berwarna lebih gelap, dikenal subur, serta berperan penting dalam mendukung produksi pangan dan menyimpan karbon di dalam tanah. Untuk memperoleh gambaran yang komprehensif, para peneliti memanfaatkan 142 data survei tanah yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penelitian membandingkan tanah hitam yang berada di kawasan hutan, semak belukar, kebun monokultur, kebun campuran, lahan pertanian kering, dan sawah. Berbagai sifat tanah dianalisis, mulai dari tekstur tanah, kandungan karbon organik, nitrogen total, fosfor tersedia, tingkat keasaman (pH), hingga kandungan unsur hara seperti kalsium, magnesium, kalium, dan natrium. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan effect size (Hedges's g) dan Welch's t-test, sehingga mampu menunjukkan seberapa besar perubahan sifat tanah akibat perbedaan penggunaan lahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan tidak memberikan dampak yang sama pada setiap jenis lahan. Perubahan terbesar terjadi ketika kawasan hutan dikonversi menjadi lahan pertanian kering maupun kebun monokultur. Sebaliknya, kebun campuran dan sawah menunjukkan perubahan sifat tanah yang relatif lebih kecil dibandingkan kedua tipe penggunaan lahan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa cara lahan dikelola sangat memengaruhi perubahan karakteristik tanah hitam.

Penelitian juga mengidentifikasi bahwa nitrogen total merupakan sifat tanah yang paling sensitif terhadap perubahan penggunaan lahan. Setelah itu diikuti oleh karbon organik tanah, kandungan kalium, magnesium, fosfor tersedia, pH, natrium, hingga tekstur tanah seperti pasir, debu, dan liat. Hasil ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan lebih cepat memengaruhi kandungan unsur hara dan bahan organik dibandingkan karakter fisik tanah.

Menariknya, penelitian ini memanfaatkan legacy soil data, yaitu data hasil survei tanah yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun dan disimpan sebagai sumber informasi ilmiah. Pendekatan ini membuktikan bahwa data survei yang telah tersedia tetap memiliki nilai penting untuk memantau perubahan kualitas tanah tanpa harus selalu memulai survei baru dari awal. Dengan analisis yang tepat, data tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam merumuskan pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, sistem penggunaan lahan seperti kebun campuran dan sawah cenderung menunjukkan perubahan sifat tanah yang lebih kecil dibandingkan beberapa tipe penggunaan lahan lainnya. Temuan ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun strategi pengelolaan lahan yang mampu menjaga kandungan bahan organik dan unsur hara tanah, sekaligus mendukung produktivitas pertanian dalam jangka panjang.

Bagi masyarakat, hasil penelitian ini memberikan pesan bahwa menjaga kualitas tanah tidak hanya bergantung pada pemupukan atau teknologi budidaya. Cara suatu lahan dikelola sejak awal juga menentukan kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara, menyimpan karbon, dan mendukung produksi pangan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemilihan sistem penggunaan lahan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesuburan tanah sekaligus melestarikan fungsi lingkungan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan tidak hanya memengaruhi hasil pertanian saat ini, tetapi juga menentukan kualitas tanah untuk jangka panjang. Dengan memanfaatkan data survei tanah sebagai dasar pengambilan keputusan, pengelolaan lahan dapat dilakukan secara lebih tepat untuk menjaga produktivitas pertanian, mempertahankan kualitas tanah hitam, dan mendukung keberlanjutan lingkungan di masa depan.

 

Sumber: https://www.mdpi.com/2073-445X/14/3/599

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026