
Pelaksanaan acara penutupan KKN Kebangsaan XIII Tahun 2025 diselenggarakan pada hari Rabu, 30 Juli 2025 di Aula Bupati Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. KKN Kebangsaan XIII tahun ini diikuti oleh 174 mahasiswa dari 96 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Pelaksanaan kegiatan KKN berlangsung selama satu bulan penuh, dari 1–30 Juli 2025, dengan lokasi pengabdian tersebar di Kabupaten Maros (10 lokasi) dan Kabupaten Pangkep (11 lokasi pada 5 kecamatan), Provinsi Sulawesi Selatan.
Ketua Pelaksana KKN Kebangsaan XIII, Dr. Ir .Syarifuddin Mabe Parenreng, ST., MT., IPU CSRS CRMP menyebutkan ada 218 orang dari 28 provinsi Indonesia yang mendaftar KKN Kebangsaan, dan yang lolos 174 orang terdiri dari 82 orang laki-laki dan 92 orang perempuan.
Pemerintah Kabupaten Maros, dan Kabupaten Pangkep mengucapkan penghargaan dan terimakasih sebesar-besarnya terhadap partisipasi mahasiswa KKN Kebangsaan. Beliau mengharapkan pemerintah provinsi dan daerah pemda serta institusi pendidikan dapat bersinergi membangun bangsa.
Sekretaris Universitas Hasanudin, Prof. Ir. Sumbangan Baja., MPhil., PhD mengatakan KKN Kebangsaan ini memberikan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Output KKN tahun ini dalam 1 bulan menghasilkan luaran yang luar biasa sebanyak 21 buku yang terpublikasikan dari hasil prorgram kerja KKN selama 1 bulan dan sebagai bentuk mempromosikan 2 daerah lokasi KKN yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Ada 191 program kerja juga yang sudah dijalankan oleh mahasiswa KKN Kebangsaan untuk membangun desa lokasi KKN.
Program KKN Kebangsaan merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Universitas Hasanuddin, serta pemerintah daerah setempat. Program ini difokuskan pada penguatan keberdampakan pendidikan tinggi kepada masyarakat. Para mahasiswa yang tergabung dalam 21 posko, melaksanakan 191 program kerja yang tersebar di pulau, desa, dan wilayah pesisir maupun pegunungan. Mulai dari penyuluhan pertanian, pelatihan literasi digital, revitalisasi budaya lokal, hingga kegiatan seni dan festival kebangsaan. Keseluruhan program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan rill masyarakat di lokasi penempatan.
Kemudian kegiatan ditutup dengan materi kuliah umum dari Wakil Menteri Pariwisata, Ibu Ni Luh Puspawisatwan dan sambutan serta penutupan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek, Dr. Beny Bandanadjaja, S.T.., M.T. Dalam sambutannya beliau menggaris-bawahi pentingnya semangat pengabdian dan ketulusan dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan. Ia mengangkat kisah inspiratif Kasim Arifin, alumnus IPB yang bertahan selama 15 tahun menjalankan KKN di Pulau Seram sebagai cerminan nilai kebermanfaatan tanpa pamrih.
“Prinsip kita adalah bekerja, bukan untuk bertanya saya dapat apa, melainkan saya bisa memberi manfaat apa. Ini semangat yang harus kita pegang teguh. Ketika masyarakat di sini merasa kehilangan saat adik-adik mahasiswa kembali ke kampus masing-masing, itulah indikator nyata bahwa kehadiran kalian berdampak,” ujar Dr. Benny.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026