
Interaksi obat yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari menurunnya efektivitas terapi hingga meningkatnya efek samping yang berdampak pada keselamatan pasien. Di tengah semakin mudahnya akses masyarakat terhadap berbagai jenis obat, kebutuhan akan informasi yang akurat dan mudah dipahami menjadi semakin penting untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.
Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti UNG mengembangkan sistem informasi berbasis bukti ilmiah bernama ObatPedia melalui penelitian berjudul "Perancangan Sistem Informasi Evidence-Based Drug Interaction untuk Mengidentifikasi Potensi Interaksi Obat Guna Meningkatkan Pengetahuan Penggunaan Secara Bijak". Penelitian yang dilaksanakan dalam skema Penelitian Fundamental Reguler dengan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 3 ini bertujuan mengembangkan sekaligus mengevaluasi efektivitas sistem informasi interaksi obat yang dapat membantu masyarakat mengenali potensi interaksi obat secara mandiri.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kasus adverse drug reactions (ADRs) atau reaksi obat yang tidak diinginkan akibat interaksi obat. Berbagai penelitian juga menunjukkan masih tingginya penggunaan obat yang berpotensi tidak tepat, terutama pada kelompok rentan seperti lanjut usia. Di sisi lain, masyarakat kerap mengonsumsi obat bebas bersamaan dengan obat resep tanpa memahami risiko interaksi yang mungkin terjadi. Kondisi tersebut diperparah dengan belum tersedianya sistem informasi interaksi obat berbahasa Indonesia yang mudah diakses, berbasis bukti, dan ramah pengguna.
Tim peneliti yang terdiri atas Madania, M.Sc., Apt., Ahmad Azhar Kadim, S.Kom., M.Kom., dan apt. Faradila Ratu Cindana Mo’o, M.Farm., kemudian mengembangkan ObatPedia sebagai platform berbasis web yang dirancang untuk memberikan informasi interaksi obat secara cepat, mudah dipahami, dan didukung oleh sumber-sumber ilmiah yang telah terverifikasi. Basis data yang digunakan berasal dari berbagai referensi nasional dan internasional, termasuk DrugBank dan sumber evidence-based lainnya.
Pengembangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain sequential explanatory. Proses pengembangan memadukan metode modified waterfall dan user-centered design, sementara validasi dilakukan bersama panel ahli farmasi klinis menggunakan metode Delphi yang dimodifikasi. Efektivitas sistem kemudian dievaluasi melalui uji intervensi dan uji kegunaan (usability testing) yang melibatkan pengguna.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ObatPedia berhasil dikembangkan dalam bentuk website yang mampu mendeteksi lebih dari 100 pasangan interaksi obat dengan tingkat akurasi mencapai 92 persen. Selain itu, sistem ini menyediakan lebih dari 300 informasi obat generik maupun paten yang mencakup indikasi, dosis, efek samping, dan aturan penggunaan obat.
Evaluasi pengguna juga menunjukkan hasil yang positif. Penggunaan ObatPedia terbukti meningkatkan pengetahuan pengguna mengenai interaksi obat dan penggunaan obat yang rasional. Antarmuka sistem dinilai mudah digunakan, informatif, serta sesuai dengan kebutuhan pengguna. Fitur pemeriksaan mandiri (self-check) yang tersedia membantu pengguna melakukan identifikasi awal terhadap kemungkinan interaksi obat sebelum mengonsumsinya.
Berdasarkan temuan tersebut, ObatPedia menunjukkan potensi sebagai sarana pendukung deteksi dini interaksi obat berbasis bukti ilmiah. Kehadiran sistem ini tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang terpercaya, tetapi juga dapat membantu meningkatkan pemahaman mengenai penggunaan obat yang aman dan tepat.
Sebagai luaran penelitian, tim menargetkan prototipe website, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta publikasi pada jurnal internasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu kontribusi dalam pengembangan teknologi kesehatan digital yang mendukung peningkatan literasi kesehatan masyarakat dan keselamatan penggunaan obat di tingkat komunitas maupun layanan kesehatan.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026