Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Hijau untuk Konservasi dan Kesejahteraan Masyarakat Lokal

Oleh: Berty H. Meluko . 28 Maret 2026 . 15:43:45

Isu kerusakan lingkungan dan kemiskinan masyarakat lokal menjadi tantangan serius di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Gorontalo. Menjawab persoalan tersebut, tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan strategi berbasis ekowisata dan ekonomi hijau yang mengintegrasikan konservasi alam dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penelitian berjudul “Strategi Konservasi Sumber Daya Alam dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Lokal melalui Pengembangan Ekowisata Berbasis Ekonomi Hijau di Provinsi Gorontalo” ini dilaksanakan pada tahun 2025 dalam skema Penelitian Fundamental Reguler. Penelitian ini telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) 3, yaitu tahap pembuktian konsep secara analitis.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya eksploitasi sumber daya alam yang berdampak pada degradasi lingkungan, pencemaran, serta menurunnya keanekaragaman hayati, termasuk spesies langka dan endemik. Di sisi lain, masyarakat lokal yang bergantung pada sumber daya alam masih menghadapi keterbatasan ekonomi.

Kondisi tersebut menuntut adanya solusi berkelanjutan yang mampu menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tim peneliti mengangkat konsep ekowisata berbasis ekonomi hijau sebagai pendekatan utama. Ekowisata dipandang tidak hanya sebagai aktivitas wisata, tetapi juga sebagai sarana konservasi, pemberdayaan masyarakat lokal, serta edukasi lingkungan.

Penelitian ini bertujuan untuk:

  • Mengidentifikasi potensi daya tarik wisata dan permintaan pengunjung
  • Mengidentifikasi potensi masyarakat sebagai pelaku ekowisata
  • Menganalisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT)
  • Merumuskan strategi pengembangan ekowisata yang berkelanjutan

Penelitian dilakukan dengan pendekatan komprehensif melalui:

  • Purposive sampling untuk menentukan lokasi penelitian berdasarkan tipologi destinasi wisata
  • Pengumpulan data potensi wisata menggunakan instrumen penilaian pengembangan objek dan daya tarik wisata
  • Survei terhadap pengunjung
  • Focus Group Discussion (FGD) dengan masyarakat dan pemangku kepentingan
  • Analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kawasan di Gorontalo memiliki potensi ekowisata yang signifikan, namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Beberapa temuan penting antara lain:

  • Pantai Selatan Bone Bolango memiliki kelayakan pengembangan, namun masih memerlukan penguatan pengelolaan
  • Desa Sari Tani berperan sebagai kawasan penyangga konservasi dengan potensi wisata yang belum tergarap maksimal
  • Wisata Hiu Paus Botubarani menunjukkan struktur ekowisata yang lebih kuat dengan dampak ekonomi yang nyata
  • Danau Taman Laut Olele memiliki potensi wisata bahari tinggi, namun menghadapi kendala partisipasi masyarakat dan fasilitas

Di sisi lain, masyarakat di beberapa dusun telah memiliki modal sosial yang baik, seperti keterlibatan komunitas dan kepercayaan diri dalam pelayanan wisata. Namun, masih terdapat keterbatasan pengetahuan dasar ekowisata serta perlunya pelatihan dan pendampingan.

Berdasarkan analisis SWOT, penelitian ini menempatkan strategi pengembangan pada kuadran WO (Weakness–Opportunity), yang menekankan pemanfaatan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal.

Strategi yang dirumuskan meliputi Peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan pemandu dan pengelolaan wisata, penguatan infrastruktur dan fasilitas wisata, diversifikasi usaha berbasis ekowisata, pemanfaatan media digital untuk promosi dan pemasaran, serta penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentinganPenelitian ini menegaskan bahwa pengembangan ekowisata berbasis ekonomi hijau mampu:

  • Menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat
  • Mendorong diversifikasi mata pencaharian
  • Meningkatkan kesadaran konservasi lingkungan
  • Melindungi keanekaragaman hayati di kawasan pesisir dan penyangga

Ekowisata yang dirancang dalam penelitian ini mengedepankan prinsip rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial, sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Melalui pendekatan yang terintegrasi antara konservasi dan ekonomi, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah berbasis keberlanjutan.

Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, pelaku wisata, dan masyarakat dalam mengembangkan ekowisata yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026