
Gorontalo — Tim peneliti dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil mengembangkan sediaan nanoemulsi transdermal berbasis senyawa flavonoid terprenilasi yang diisolasi dari tanaman kaledang (Artocarpus lanceifolius Roxb). Inovasi ini berpotensi menjadi terobosan baru dalam pengembangan terapi antimikroba berbahan alam.
Kaledang merupakan salah satu spesies dari genus Artocarpus yang diketahui mengandung metabolit sekunder berupa flavonoid terprenilasi dengan aktivitas biologis yang tinggi. Namun, pemanfaatan senyawa tersebut selama ini terkendala oleh kelarutan dan bioavailabilitas yang rendah apabila digunakan dalam sediaan konvensional.
Melalui pendekatan teknologi nano, tim peneliti memformulasikan senyawa hasil isolasi ke dalam sediaan nanoemulsi transdermal. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas, daya serap, serta efektivitas senyawa aktif dalam tubuh.
“Formulasi nanoemulsi memungkinkan ukuran partikel menjadi sangat kecil, sehingga dapat meningkatkan penetrasi dan aktivitas antimikroba senyawa flavonoid terprenilasi,” jelas Dr. Hamisah Drasan, M.Si., Apt, selaku ketua peneliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanoemulsi yang dihasilkan memiliki ukuran partikel dalam rentang nanometer dan menunjukkan aktivitas antimikroba yang baik terhadap bakteri Gram-positif (Staphylococcus aureus), Gram-negatif (Escherichia coli), serta jamur Candida albicans. Pada konsentrasi tertentu, zona hambat yang terbentuk masuk dalam kategori sedang hingga sangat kuat.
Penelitian ini juga berhasil mengisolasi dua senyawa flavonoid terprenilasi utama, yaitu sikloartobiloksanton dan artioindonesianin Z-5, yang berperan penting dalam aktivitas antimikroba yang dihasilkan.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam lokal serta berkontribusi dalam upaya penanggulangan resistensi antimikroba. Selain itu, penelitian ini menunjukkan potensi besar keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber senyawa obat yang bernilai tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian fundamental yang didanai pada tahun 2025 dan dilaksanakan oleh tim peneliti Prodi Farmasi Universitas Negeri Gorontalo.
kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG
Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026