Peneliti UNG Kembangkan Microneedle Patch untuk Terapi Luka Diabetes

Oleh: Berty H. Meluko . 8 Januari 2026 . 17:09:43

Luka diabetes atau ulkus diabetikum masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia. Kondisi ini kerap berujung pada infeksi berat hingga risiko amputasi jika tidak ditangani dengan tepat. Melihat tantangan tersebut, tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengembangkan inovasi terapi modern berupa microneedle patch berbasis nanopartikel polimerik glabridin.

Penelitian ini merupakan bagian dari Program Penelitian Pendanaan DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025, yang mendukung riset fundamental berorientasi solusi kesehatan masa depan.

Pada penderita diabetes, proses penyembuhan luka berjalan lebih lambat karena gangguan sirkulasi darah dan peradangan yang berkepanjangan. Salah satu senyawa alami yang diketahui memiliki potensi mempercepat penyembuhan adalah glabridin, senyawa bioaktif dari tanaman Glycyrrhiza glabra (akar manis). Namun, glabridin memiliki kelemahan: sulit larut dalam air dan penyerapannya dalam tubuh kurang optimal. Inilah tantangan yang ingin dijawab oleh tim peneliti UNG.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, glabridin diformulasikan ke dalam nanopartikel berbasis pullulan, sejenis polimer alami yang aman digunakan dalam bidang farmasi. Dalam skala nano (sangat kecil), partikel obat menjadi lebih stabil dan lebih mudah diserap tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi ini berhasil meningkatkan kelarutan glabridin secara signifikan. Partikel yang terbentuk memiliki ukuran stabil dan distribusi yang homogen, menandakan sistem penghantaran obat bekerja dengan baik. Secara sederhana, teknologi nanopartikel ini membuat zat aktif yang sebelumnya sulit larut menjadi lebih “siap pakai” oleh tubuh.

Langkah inovatif berikutnya adalah mengintegrasikan nanopartikel tersebut ke dalam microneedle patch, yaitu plester dengan jarum-jarum mikro berukuran sangat kecil. Jarum mikro ini cukup untuk menembus lapisan terluar kulit tanpa menimbulkan rasa sakit berarti. Dengan metode ini, obat dapat langsung dihantarkan ke area luka secara lebih tepat sasaran. Pendekatan ini dinilai lebih efisien dibandingkan metode topikal biasa karena meningkatkan penyerapan dan efektivitas terapi.

Berdasarkan hasil karakterisasi laboratorium, nanopartikel pullulan–glabridin memiliki morfologi yang stabil, efisiensi penjerapan tinggi, serta tidak mengubah struktur kimia zat aktifnya. Artinya, khasiat glabridin tetap terjaga, bahkan lebih optimal dalam sistem baru ini.

Formulasi ini berpotensi menjadi alternatif terapi modern untuk luka diabetes, dengan keunggulan:

  • Peningkatan kelarutan dan bioavailabilitas obat
  • Sistem penghantaran yang lebih terarah
  • Pendekatan minim invasif dan lebih nyaman bagi pasien

Penelitian ini diketuai oleh Nur Ain Thomas, M.Si., apt., bersama tim peneliti dari UNG. Hasil riset ini bahkan telah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, menandakan kualitas ilmiahnya diakui secara global.

Melalui dukungan Program Penelitian Pendanaan DPPM Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2025, UNG menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan solusi berbasis sains untuk permasalahan kesehatan masyarakat. Ke depan, inovasi microneedle patch berbasis nanopartikel ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menuju tahap uji klinis, sehingga memberi harapan baru bagi penderita luka diabetes di Indonesia.

Informasi

Agenda