
Tim peneliti Universitas Negeri Gorontalo tengah melaksanakan penelitian lapangan di Provinsi Bali sebagai bagian dari Program RIIM Ekspedisi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Penelitian ini bertujuan mendokumentasikan kekayaan motif tradisional Nusantara sebagai fondasi pengembangan dataset visual yang mendukung riset berbasis teknologi digital.
Penelitian dipimpin oleh Dr. Mukhlisulfatih Latief, S.Kom., M.T. dengan melibatkan tim multidisiplin yang berasal dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo. Kolaborasi tersebut mengintegrasikan keahlian di bidang teknologi informasi, sistem informasi, dan seni rupa untuk mendokumentasikan, menganalisis, serta mengembangkan data visual motif tradisional sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya berbasis teknologi.
Selama penelitian di Bali, tim melakukan observasi dan pengumpulan data di sejumlah sentra tenun dan desa perajin, di antaranya Pertenunan Seroja, Tony Arka Gallery, Desa Klungkung, Desa Sidemen, dan Desa Tenganan. Berbagai lokasi tersebut dipilih karena memiliki kekayaan motif kain tradisional yang merepresentasikan warisan budaya Bali, termasuk tenun Gringsing yang dikenal memiliki nilai historis dan filosofis yang tinggi.
Selain mendokumentasikan ragam motif secara visual, tim juga mengumpulkan informasi mengenai teknik pembuatan, proses pewarnaan, filosofi motif, serta sistem pewarisan pengetahuan yang masih dijaga oleh para perajin. Untuk memperkuat validitas hasil penelitian, tim turut berdiskusi dengan akademisi di Institut Seni Indonesia (ISI) Bali guna memperoleh perspektif ilmiah terkait seni, budaya, dan tekstil tradisional.
Ketua tim penelitian, Dr. Mukhlisulfatih Latief, menjelaskan bahwa eksplorasi lapangan menjadi tahapan penting dalam membangun dataset budaya yang akurat dan komprehensif. Menurutnya, dokumentasi motif tradisional tidak hanya berfungsi sebagai arsip budaya, tetapi juga menjadi sumber data yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan teknologi, seperti pengolahan citra digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta berbagai inovasi di bidang pelestarian budaya berbasis teknologi informasi.
Melalui Program RIIM Ekspedisi, UNG turut berkontribusi dalam pengembangan riset yang menghubungkan teknologi dengan pelestarian warisan budaya Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan menghasilkan dataset visual yang bernilai akademik sekaligus menjadi sumber data yang mendukung pengembangan inovasi digital serta upaya pelestarian motif tradisional Nusantara bagi generasi mendatang.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater