Mengapa Kadar Hemoglobin Pasien Hemodialisis Berbeda? Penelitian Ungkap Faktor-Faktor yang Berhubungan

Oleh: Berty H. Meluko . 8 Juni 2026 . 15:42:49

Anemia merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dialami oleh pasien penyakit ginjal stadium akhir (end-stage kidney disease atau ESKD) yang menjalani terapi hemodialisis. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, menurunkan kualitas hidup, dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Karena itu, menjaga kadar hemoglobin tetap berada pada kisaran yang dianjurkan menjadi bagian penting dalam perawatan pasien yang menjalani cuci darah secara rutin.

Upaya untuk memahami faktor-faktor yang berkaitan dengan kondisi tersebut menjadi fokus penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh Maryadi dari  Universitas Negeri Gorontalo bersama Khudazi Aulawi dan Uki Noviana dari Universitas Gadjah Mada. Melalui studi observasional prospektif, tim peneliti menganalisis berbagai faktor klinis dan nutrisi yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada pasien penyakit ginjal stadium akhir yang menjalani hemodialisis rutin.

Penelitian yang dilaksanakan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta ini melibatkan pasien dewasa yang telah menjalani hemodialisis secara berkala. Para peneliti mengumpulkan informasi mengenai penggunaan terapi, lama menjalani hemodialisis, asupan zat gizi, serta karakteristik klinis lainnya, kemudian menganalisis hubungan faktor-faktor tersebut dengan kadar hemoglobin menggunakan metode statistik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan erythropoietin stimulating agent (ESA) memiliki hubungan yang signifikan dengan peluang tercapainya kadar hemoglobin yang lebih baik pada kelompok pasien yang diteliti. Selain itu, durasi hemodialisis yang memadai serta kecukupan asupan vitamin B12 juga ditemukan berasosiasi dengan kadar hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan kondisi sebaliknya.

Menurut para peneliti, ESA merupakan terapi yang umum digunakan untuk merangsang pembentukan sel darah merah pada pasien penyakit ginjal kronis. Sementara itu, pelaksanaan hemodialisis yang optimal dan terpenuhinya kebutuhan vitamin B12 diduga turut mendukung proses pembentukan sel darah merah, meskipun hubungan tersebut masih perlu terus dievaluasi melalui penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas.

Menariknya, tidak semua faktor yang dianalisis menunjukkan hubungan yang bermakna. Dalam penelitian ini, beberapa variabel seperti asupan energi, protein, asam folat, persepsi pasien terhadap penyakit, maupun sejumlah parameter lain tidak terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin setelah dilakukan analisis statistik lanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan anemia pada pasien hemodialisis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang kompleks dan saling berkaitan.

Para peneliti juga menekankan bahwa hasil studi ini bersifat observasional sehingga menggambarkan adanya hubungan antarvariabel, bukan membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Oleh karena itu, keputusan mengenai terapi maupun intervensi nutrisi tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.

Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan bahwa keberhasilan mempertahankan kadar hemoglobin pada pasien penyakit ginjal stadium akhir tidak hanya berkaitan dengan terapi medis, tetapi juga berhubungan dengan kualitas pelaksanaan hemodialisis dan kecukupan asupan nutrisi tertentu, termasuk vitamin B12. Temuan ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan pendampingan bagi pasien yang menjalani hemodialisis secara rutin, sekaligus mendorong penelitian lebih lanjut untuk memperkuat bukti ilmiah di bidang ini.

 

Sumber: https://he01.tci-thaijo.org/index.php/bulletinAMS/article/view/281525

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG