
Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam memperkenalkan keindahan dunia bawah laut kepada masyarakat. Jika selama ini pengalaman menyelam hanya dapat dirasakan oleh mereka yang memiliki pelatihan khusus, peralatan lengkap, dan akses ke lokasi penyelaman, kini teknologi Virtual Reality (VR) memungkinkan pengalaman tersebut dinikmati secara lebih mudah, aman, dan interaktif.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui penelitian berjudul “Enhancing Tourist Perception of Underwater Tourism Through Virtual Reality Scuba Diving Simulator: A MDLC-Based Development Approach” yang dilakukan oleh Dian Novian dari Universitas Negeri Gorontalo dan Ratna Wardani dari Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Telematics and Informatics Reports tahun 2026.
Penelitian ini berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan media edukasi dan promosi wisata bawah laut yang mampu memberikan pengalaman mendekati kondisi nyata. Menurut tim peneliti, teknologi VR memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan virtual yang imersif sehingga pengguna dapat merasakan sensasi berada di bawah laut tanpa harus melakukan penyelaman secara langsung.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tim peneliti mengembangkan simulator scuba diving berbasis VR yang menggabungkan visual lingkungan bawah laut, pengenalan peralatan selam, materi dasar penyelaman sesuai standar POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia), serta berbagai informasi terkait wisata bahari. Pengguna dapat menjelajahi lingkungan bawah laut virtual sambil mempelajari prosedur dasar penyelaman dan mengenal lebih dekat ekosistem laut.
Sistem dikembangkan menggunakan pendekatan Multimedia Development Life Cycle (MDLC) dan memanfaatkan teknologi Unity3D serta perangkat head-mounted display untuk menghadirkan pengalaman visual yang realistis dan interaktif. Melalui kombinasi model tiga dimensi dan citra bawah laut 360 derajat, simulator mampu menciptakan suasana yang menyerupai aktivitas penyelaman sesungguhnya.
Sebelum digunakan oleh peserta, aplikasi terlebih dahulu dievaluasi oleh ahli desain pembelajaran dan pengembang teknologi VR. Hasil validasi menunjukkan bahwa simulator dinilai sangat baik dari aspek desain, interaktivitas, dan pengalaman belajar yang diberikan. Para ahli menilai aplikasi ini mampu menghubungkan unsur pengetahuan, pengalaman visual, dan keterlibatan pengguna secara efektif.
Setelah melalui tahap validasi, simulator diuji kepada 200 peserta dengan latar belakang yang beragam, termasuk individu yang belum pernah melakukan penyelaman sebelumnya. Selama pengujian, peserta diajak mengenal lingkungan bawah laut virtual, mempelajari dasar-dasar scuba diving, serta berinteraksi dengan berbagai objek yang tersedia dalam simulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simulator VR memberikan dampak positif terhadap persepsi peserta mengenai wisata bawah laut. Pengguna tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang aktivitas penyelaman dan lingkungan laut, tetapi juga menunjukkan peningkatan ketertarikan terhadap wisata bahari setelah menggunakan aplikasi tersebut.
Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah tingginya minat peserta untuk mencoba scuba diving secara langsung setelah merasakan pengalaman virtual yang disediakan simulator. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa pengalaman visual yang realistis membuat mereka lebih percaya diri dan lebih tertarik untuk mengenal dunia bawah laut secara nyata.
Tidak hanya berfungsi sebagai media promosi wisata, teknologi VR yang dikembangkan juga memiliki nilai edukatif yang kuat. Pengalaman virtual memungkinkan pengguna memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut, mengenali berbagai komponen lingkungan bawah laut, serta membangun kesadaran mengenai praktik wisata yang bertanggung jawab.
Menurut tim peneliti, teknologi seperti ini berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman menyelam, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan biaya, keterbatasan fisik, maupun kekhawatiran terhadap risiko penyelaman. Dengan demikian, VR dapat menjadi alternatif yang efektif untuk memperkenalkan wisata bawah laut kepada khalayak yang lebih luas.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi Virtual Reality memiliki potensi besar sebagai media edukasi, promosi wisata, dan peningkatan kesadaran lingkungan secara bersamaan. Melalui pengalaman menyelam virtual yang imersif, masyarakat tidak hanya dapat menikmati keindahan bawah laut secara aman dan mudah diakses, tetapi juga terdorong untuk lebih memahami serta menjaga kelestarian ekosistem laut. Temuan ini membuka peluang baru bagi pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung pengembangan wisata bahari berkelanjutan dan memperkenalkan kekayaan bawah laut Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Sumber : https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2772503026000174
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG