
Batang pohon aren yang selama ini cenderung dibiarkan mengering dan belum dimanfaatkan secara optimal kini mendapatkan wujud baru melalui sentuhan seni kriya. Di tangan perupa, material tersebut diolah menjadi berbagai produk art furniture, mulai dari meja, kursi, lemari hingga rak, dengan mengangkat karakter dan motif lokal Gorontalo.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui program “Hilirisasi Artfurniture Limbah Batang Aren Bermotif Lokal: Inovasi Seni Kriya dan Digital Branding di Huntu Art Distrik Gorontalo” yang dilaksanakan oleh tim pengabdian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dengan Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn. sebagai ketua pelaksana. Program ini merupakan bagian dari pendanaan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kemdiktisaintek Tahun 2026 melalui skema Pengabdian kepada Masyarakat–Program Pengabdian Inovasi Seni Nusantara (PISN).
Program tersebut merupakan bentuk hilirisasi hasil penelitian I Wayan Sudana yang sebelumnya mengembangkan pemanfaatan limbah batang aren menjadi produk seni bernilai ekonomis. Melalui program pengabdian ini, hasil penelitian tersebut dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan kelompok perupa di Huntu Art Distrik Gorontalo sebagai mitra.
Pemanfaatan batang aren dilakukan dengan mengubah material yang sebelumnya kurang termanfaatkan menjadi bahan baku produk seni kriya. Karakter alami kayu dipadukan dengan kreativitas perupa dan motif lokal sehingga menghasilkan art furniture yang tidak hanya memiliki fungsi, tetapi juga membawa identitas seni dan budaya daerah.
Ketua tim pengabdian, Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., menjelaskan bahwa pengembangan program tidak berhenti pada menghasilkan karya selama kegiatan berlangsung. Tim menargetkan kelompok perupa mampu melanjutkan produksi secara mandiri setelah program selesai.
“Target kita sesuai dengan hasil riset saya itu minimal untuk ini bisa menyelesaikan delapan jenis produk art furniture dengan memanfaatkan lima batang aren,” ujarnya.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong keberlanjutan program. Kelompok perupa diharapkan dapat menjadikan art furniture berbahan limbah batang aren sebagai salah satu materi produksi, sehingga kreativitas yang dimiliki dapat berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain pengembangan produk, program juga diarahkan pada penguatan digital branding. Pendekatan ini dilakukan untuk membantu kelompok mitra membangun identitas produk sekaligus memperluas jangkauan promosi dan pemasaran karya melalui platform digital.

Sementara itu Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, pada kesempatan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian perlu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi.
“Kami berharap program ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok perupa, baik dalam peningkatan keterampilan maupun peluang ekonomi. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat diolah menjadi karya bernilai dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan Huntu Art Distrik Gorontalo menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Kelompok perupa sebagai mitra memperoleh ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan material lokal, sekaligus memperkuat kemampuan produksi dan pengenalan produk kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui program ini, limbah batang aren diarahkan menjadi sumber material alternatif bagi pengembangan seni kriya. Pemanfaatannya juga membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk dengan nilai fungsi, estetika, dan ekonomi sekaligus mengangkat karakter lokal Gorontalo.
Dengan perpaduan inovasi seni kriya, pemanfaatan limbah, dan strategi digital branding, program Hilirisasi Artfurniture diharapkan dapat terus berkembang setelah masa pengabdian berakhir. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian penting agar hasil inovasi dapat terus diproduksi dan memberikan manfaat bagi kelompok perupa serta masyarakat di sekitarnya.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026