
Persoalan sampah di lingkungan masyarakat mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Negeri Gorontalo untuk menghadirkan inovasi sederhana yang dapat menjadi alternatif dalam pengelolaan sampah. Bersama mahasiswa KKN-PK dari sejumlah desa di Kecamatan Talaga Jaya, mahasiswa KKN-PK Desa Buhu mengembangkan tong sampah anti asap yang diperkenalkan pada Kamis (20/8).
Inovasi tersebut lahir dari pengamatan mahasiswa terhadap kondisi pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Talaga Jaya yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk sampah yang belum dikelola secara optimal. Melalui modifikasi sederhana, mahasiswa mencoba menghadirkan wadah yang memungkinkan sampah dikumpulkan dan ditempatkan secara lebih terarah sebelum proses pembakaran.
Tong yang telah dimodifikasi tersebut dirancang agar pembakaran tidak dilakukan langsung di permukaan tanah atau area terbuka tanpa wadah. Penggunaan wadah diharapkan dapat membuat lokasi pembakaran lebih tertata sekaligus membantu membatasi penyebaran abu.
Meski demikian, mahasiswa menekankan bahwa inovasi tersebut bukan berarti menghilangkan risiko asap maupun dampak pembakaran sampah. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan aspek keselamatan dan jenis sampah yang dikelola. Sampah yang mengandung bahan berbahaya atau berpotensi menghasilkan emisi berbahaya tidak seharusnya dibakar dan perlu ditangani dengan metode yang sesuai.
“Pembuatan inovasi ini merupakan bentuk kreativitas mahasiswa dalam merespons permasalahan yang ditemukan di lingkungan masyarakat. Kami berharap inovasi sederhana ini dapat memberikan manfaat dan menjadi salah satu alternatif dalam pengelolaan sampah,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Proses pembuatan dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN-PK Desa Buhu bersama mahasiswa KKN-PK dari berbagai desa di Kecamatan Talaga Jaya. Selain menghasilkan produk inovasi, proses tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan dan membangun kerja sama dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan yang ditemui di masyarakat.
Setelah selesai dibuat, tong sampah tersebut diserahkan kepada Camat Talaga Jaya, Ronal Mertiarto Abdini, S.Pd., M.M. Penyerahan ini menjadi bagian dari tindak lanjut agar inovasi yang dihasilkan mahasiswa dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pendukung pengelolaan sampah di wilayah Kecamatan Talaga Jaya.
Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN-PK UNG menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di tingkat masyarakat dapat menjadi ruang untuk menghadirkan solusi sederhana berbasis kreativitas dan kolaborasi. Di sisi lain, pengelolaan sampah tetap membutuhkan pendekatan yang lebih luas, termasuk pemilahan, pengurangan sampah, dan pengolahan sesuai karakteristiknya, sehingga upaya menjaga lingkungan tidak hanya bergantung pada proses pembakaran.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026