Ketahanan Pakan Jadi Kunci Meningkatkan Produktivitas Peternakan di Kawasan Teluk Tomini

Oleh: Berty H. Meluko . 26 Juni 2026 . 10:07:47

Produktivitas peternakan tidak hanya ditentukan oleh jumlah ternak yang dipelihara, tetapi juga oleh ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Ketika kebutuhan pakan dapat dipenuhi secara mandiri, produktivitas ternak meningkat, biaya produksi dapat ditekan, dan pendapatan peternak pun berpeluang bertambah. Oleh karena itu, membangun ketahanan pakan menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat sektor peternakan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Pentingnya ketahanan pakan tersebut menjadi fokus penelitian UNG yang dilakukan oleh Muhammad Mukhtar, Mahludin H. Baruwadi, Mohammad Zubair Hippy, dan Wahid Talawo. Penelitian ini menganalisis potensi subsektor peternakan di kawasan Teluk Tomini, kontribusinya terhadap pendapatan masyarakat, serta strategi yang dapat diterapkan untuk membangun kawasan ketahanan pakan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan analisis ekonomi wilayah, regresi, dan SWOT, penelitian ini menghasilkan berbagai rekomendasi yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor peternakan di kawasan Teluk Tomini.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua komoditas peternakan memberikan kontribusi ekonomi yang sama. Sapi potong, ayam kampung, ayam pedaging (broiler), dan itik terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan per kapita masyarakat di kawasan Teluk Tomini. Sebaliknya, kambing, babi, dan ayam petelur memberikan kontribusi positif tetapi belum signifikan, sedangkan usaha ternak kuda dinilai kurang memberikan keuntungan karena biaya pemeliharaannya relatif tinggi.

Selain mengidentifikasi komoditas unggulan, penelitian juga menemukan bahwa kawasan Teluk Tomini memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ketahanan pakan. Ketersediaan sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dukungan kebijakan pemerintah, serta peluang kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi modal penting dalam pengembangan sektor peternakan. Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti keterbatasan teknologi produksi pakan, akses permodalan, kualitas sumber daya manusia, dan infrastruktur yang belum merata.

Berdasarkan hasil analisis, para peneliti menilai bahwa peluang pengembangan kawasan Teluk Tomini sangat besar, tetapi perlu diimbangi dengan upaya mengatasi berbagai kelemahan yang masih ada. Dengan kata lain, potensi kawasan ini akan memberikan manfaat yang lebih optimal apabila didukung oleh peningkatan teknologi, penguatan kapasitas peternak, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.

Salah satu strategi utama yang direkomendasikan adalah penerapan Smart Integrated Farming System (SIFS). Melalui pendekatan ini, limbah pertanian seperti jerami dan sisa tanaman dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak sehingga mengurangi ketergantungan pada pakan komersial. Sistem ini juga mengintegrasikan inovasi teknologi, mulai dari pengolahan pakan, teknik fermentasi, hingga manajemen pemberian pakan yang lebih efisien. Dengan demikian, biaya produksi dapat ditekan sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan secara berkelanjutan.

Penelitian juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi produksi pakan, penguatan dukungan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur dan pengembangan agribisnis, serta kolaborasi antardaerah di kawasan Teluk Tomini dalam mengelola produksi, distribusi, dan pemanfaatan pakan. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah sekaligus meningkatkan daya saing sektor peternakan.

Bagi masyarakat, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketahanan pakan bukan sekadar persoalan menyediakan makanan bagi ternak. Ketahanan pakan merupakan fondasi untuk meningkatkan produktivitas peternakan, memperkuat ketahanan pangan, menciptakan peluang ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Semakin mandiri suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan pakan, semakin besar pula peluang sektor peternakan berkembang secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kawasan Teluk Tomini memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan berbasis ketahanan pakan di Indonesia. Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal, memperkuat kolaborasi, serta menerapkan inovasi seperti Smart Integrated Farming System (SIFS), kawasan ini berpeluang meningkatkan produktivitas peternakan, mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.

 

Sumber: https://www.researcherslinks.com/current-issues/The-Role-of-Livestock-Commodities/33/1/11072/html

Agenda

1 - 2 Juli 2026

WORKSHOP: Dari Pengukuran ke Publikasi

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater