Instrumen Baru Bantu Ukur Kepatuhan Perawat dalam Mencegah Luka Tekan

Oleh: Berty H. Meluko . 7 Juni 2026 . 18:54:55

Luka tekan (pressure injury) masih menjadi salah satu tantangan dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kondisi ini terjadi ketika tekanan yang berlangsung terus-menerus pada bagian tubuh tertentu menyebabkan kerusakan kulit dan jaringan di bawahnya. Dampaknya tidak hanya memperpanjang masa perawatan pasien, tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi, biaya pengobatan, hingga menurunkan kualitas hidup pasien. Karena itu, kepatuhan perawat dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Upaya memperkuat pencegahan luka tekan menjadi fokus penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh Defi Efendi, Amil Tan, Bejo Utomo, Chiyar Edison, Min-Huey Chung, Muhammad Muslih, Rini Wahyuni Mohamad, Nyimas Sri Wahyuni, Habibah Muchtar, Aip Rukmana, Wong Cho Lee, dan Dessie Wanda. Penelitian berjudul Translation, Cross-Cultural Adaptation, and Psychometric Testing of the Indonesian Version of the Questionnaire to Evaluate Nurses' Adherence to Recommendations for Preventing Pressure Ulcers (QARPPU) ini menerjemahkan, mengadaptasi, dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen QARPPU ke dalam Bahasa Indonesia agar dapat digunakan untuk mengukur kepatuhan perawat Indonesia dalam menerapkan rekomendasi pencegahan luka tekan. Penelitian ini juga melibatkan Rini Wahyuni Mohamad dari Universitas Negeri Gorontalo sebagai bagian dari kolaborasi lintas institusi dalam pengembangan instrumen yang dapat dimanfaatkan di berbagai rumah sakit di Indonesia.

Penelitian melibatkan 1.112 perawat dari 106 rumah sakit yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia. Proses adaptasi instrumen dilakukan melalui tahapan penerjemahan, penyesuaian budaya, validasi isi, hingga pengujian psikometrik untuk memastikan bahwa setiap butir pertanyaan mudah dipahami serta mampu mengukur kepatuhan perawat secara akurat sesuai dengan konteks pelayanan kesehatan di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa versi Bahasa Indonesia dari QARPPU terdiri atas 17 butir pertanyaan dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang sangat baik. Analisis statistik menunjukkan bahwa instrumen ini mampu mengukur kepatuhan perawat secara konsisten, sehingga layak digunakan baik dalam penelitian maupun sebagai bagian dari evaluasi mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit.

Selain itu, analisis penelitian juga menunjukkan bahwa instrumen ini mampu mengidentifikasi variasi tingkat kepatuhan pada kelompok perawat dengan karakteristik yang berbeda. Perawat yang pernah mengikuti pelatihan perawatan luka dan memiliki kompetensi klinis yang lebih tinggi cenderung menunjukkan tingkat kepatuhan yang lebih baik terhadap rekomendasi pencegahan luka tekan. Temuan ini memperlihatkan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan.

Keunggulan lain dari penelitian ini adalah proses adaptasi budaya yang dilakukan secara sistematis. Instrumen asli yang dikembangkan di Spanyol tidak hanya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga disesuaikan dengan konteks praktik keperawatan di Indonesia. Dengan demikian, setiap butir pertanyaan tetap mempertahankan makna ilmiahnya sekaligus mudah dipahami dan relevan dengan kondisi pelayanan kesehatan di Indonesia.

Bagi rumah sakit, kehadiran instrumen ini memberikan cara yang lebih objektif untuk mengevaluasi sejauh mana rekomendasi pencegahan luka tekan telah diterapkan oleh tenaga keperawatan. Hasil pengukuran dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperbaiki, menyusun program pelatihan yang lebih tepat sasaran, serta meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat, penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas atau teknologi medis. Kepatuhan tenaga kesehatan terhadap praktik berbasis bukti juga memiliki peran besar dalam mencegah komplikasi yang dapat memperpanjang masa rawat pasien. Kehadiran instrumen yang valid dan reliabel menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa standar pelayanan tersebut benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Secara keseluruhan, penelitian ini tidak hanya menghasilkan versi Bahasa Indonesia dari QARPPU yang valid, reliabel, dan sesuai dengan konteks budaya Indonesia, tetapi juga menyediakan alat evaluasi yang dapat mendukung peningkatan mutu pelayanan keperawatan di berbagai fasilitas kesehatan. Dengan pengukuran yang lebih akurat, rumah sakit dapat merancang strategi peningkatan kepatuhan perawat secara lebih tepat, sehingga upaya pencegahan luka tekan dan keselamatan pasien dapat terus ditingkatkan.

 

Sumber: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189725000643?via%3Dihub

Informasi

Agenda