
Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Negeri Gorontalo. Salah satu dosennya, dr. Sri Manovita Pateda, M.Kes., Ph.D., berhasil meraih pendanaan dalam Program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Kompetisi Gelombang 4 Tahun 2026 (lanjutan).
Dalam program ini, Sri Manovita Pateda mengusung penelitian berjudul “Pengembangan Teknologi Retord sebagai Solusi Pencegahan Gangguan Respiratorik Akibat Inhalasi Uap Merkuri oleh Penambang Emas Skala Kecil”. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan teknologi yang dapat meminimalisir paparan uap merkuri, yang selama ini menjadi salah satu risiko utama bagi kesehatan penambang emas tradisional.
Penggunaan merkuri dalam proses pengolahan emas skala kecil masih menjadi persoalan serius, terutama karena dampaknya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Paparan uap merkuri dalam jangka panjang diketahui dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan hingga masalah kesehatan kronis lainnya. Melalui inovasi teknologi retort, diharapkan proses pengolahan emas dapat menjadi lebih aman dan ramah lingkungan.
Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, S.Kom., M.Kom., Ph.D, menyampaikan ucapan selamat atas capaian tersebut. Ia mengapresiasi keberhasilan Sri Manovita Pateda dalam meraih pendanaan riset nasional yang kompetitif.
“Capaian ini menunjukkan bahwa dosen UNG mampu menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Kami berharap penelitian ini dapat berkembang menjadi inovasi yang aplikatif dan memberikan solusi bagi permasalahan lingkungan dan kesehatan,” ujarnya.
Program RIIM sendiri merupakan program yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat. Skema pendanaan ini mendukung pengembangan solusi berbasis riset untuk menjawab berbagai permasalahan strategis di Indonesia.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa riset yang dikembangkan oleh dosen UNG tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga berkontribusi dalam menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan di masyarakat, khususnya di sektor pertambangan rakyat.
Dengan adanya dukungan pendanaan ini, diharapkan penelitian yang dilakukan dapat menghasilkan teknologi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung, baik dalam meningkatkan keselamatan kerja penambang maupun dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026
Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo
Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026