
Keberhasilan petani tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau hasil panen yang diperoleh. Cara petani mengelola pengetahuan, mengambil keputusan keuangan, serta mempertahankan nilai-nilai budaya lokal juga memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha pertanian. Di berbagai daerah di Indonesia, kearifan lokal bahkan menjadi kekuatan yang mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian sumber daya alam.
Gagasan tersebut menjadi fokus penelitian yang dilakukan oleh dosen UNG, Dr. Tri Handayani Amaliah. Penelitian ini mengkaji bagaimana knowledge management (pengelolaan pengetahuan), knowledge sharing (berbagi pengetahuan), dan mental accounting (cara seseorang mengelola serta mengambil keputusan keuangan) memengaruhi kinerja petani dalam konteks budaya Sasi di Kepulauan Maluku. Sasi merupakan kearifan lokal masyarakat Maluku yang mengatur pemanfaatan sumber daya alam melalui aturan adat agar tetap lestari, sekaligus mendorong kerja sama dan tanggung jawab bersama dalam mengelola sumber daya. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perpaduan antara pengetahuan, budaya, dan pengelolaan keuangan dapat mendukung peningkatan kinerja petani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan berpengaruh positif terhadap kinerja petani. Semakin baik petani memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan pengetahuan mengenai praktik pertanian, semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengelola usaha tani, meningkatkan produktivitas, serta menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. Dalam budaya Sasi, proses tersebut turut diperkuat oleh peran pemimpin adat yang menjadi sumber pembelajaran sekaligus penjaga nilai-nilai lokal.
Menariknya, penelitian menemukan bahwa berbagi pengetahuan tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja petani. Temuan ini bukan berarti kegiatan berbagi pengetahuan tidak penting. Sebaliknya, budaya Sasi telah membentuk kebiasaan saling berbagi pengalaman, informasi, dan pengetahuan di antara para petani sehingga praktik tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena telah menjadi budaya yang mengakar, aktivitas tersebut tidak lagi muncul sebagai faktor yang membedakan tingkat kinerja petani.
Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa mental accounting berpengaruh positif terhadap kinerja petani. Petani yang mampu merencanakan penggunaan pendapatan, mengelola pengeluaran, serta mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Pengelolaan keuangan yang baik membantu petani memanfaatkan hasil usahanya secara lebih efektif, baik untuk memenuhi kebutuhan saat ini maupun mendukung keberlanjutan usaha tani di masa depan.
Dalam pembahasannya, penelitian menjelaskan bahwa pengelolaan pengetahuan, budaya Sasi, dan kemampuan mengelola keuangan saling melengkapi dalam mendukung keberhasilan petani. Pengetahuan yang dikelola dengan baik membantu petani mengambil keputusan yang lebih tepat, sementara budaya Sasi memperkuat rasa saling percaya, kerja sama, dan kepedulian terhadap kelestarian sumber daya alam. Di sisi lain, pengelolaan keuangan yang baik membantu petani mengembangkan usahanya secara lebih berkelanjutan.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam budaya Sasi berpotensi menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pertanian yang berkelanjutan. Dengan memadukan pengelolaan pengetahuan, pengelolaan keuangan yang baik, dan pelestarian kearifan lokal, pembangunan sektor pertanian dapat diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Bagi masyarakat, penelitian ini memberikan pesan bahwa kemajuan sektor pertanian tidak selalu bergantung pada teknologi modern semata. Pengetahuan yang terus dikembangkan, pengelolaan keuangan yang bijaksana, serta pelestarian budaya lokal dapat menjadi modal penting dalam membangun pertanian yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja petani tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis dalam bertani. Pengelolaan pengetahuan yang baik, pengambilan keputusan keuangan yang bijaksana, serta pelestarian budaya Sasi dapat saling melengkapi dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo menggelar workshop bertajuk "Dari Pengukuran ke Publikasi: Analisis Hasil Belajar dengan Model Rasch (Winsteps) dan Penulisan Artikel Scopus Berbantuan Claude AI" pada Rabu (1/7). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung LPPM UNG ini dilaksanakan secara luring dan daring, dengan peserta mengikuti workshop baik secara langsung maupun melalui Zoom Meeting. Workshop ini menjadi bagian dari komitmen LPPM dalam meningkatkan kapasitas dosen dan peneliti menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater