Pengabdian UNG Olah Limbah Ikan Cakalang Menjadi Produk Pangan Bernilai Ekonomi di Desa Imana

Oleh: Berty H. Meluko . 1 September 2026 . 10:04:46

Limbah dari pengolahan ikan cakalang selama ini masih kerap dipandang sebagai bagian yang tidak memiliki nilai ekonomi. Padahal, sejumlah bagian ikan yang belum termanfaatkan dapat diolah kembali menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Potensi tersebut dikembangkan melalui Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bertajuk “Inovasi Teknologi dan Digitalisasi Limbah Ikan Cakalang menjadi Produk Pangan Tinggi Kolagen sebagai Model Zero Waste Berkelanjutan di Desa Imana.” Program ini mengembangkan pemanfaatan bagian ikan cakalang yang sebelumnya belum optimal agar dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai ekonomi.

Tim pelaksana program terdiri atas Apt. Wiwit Zuriati Uno, M.Si. selaku ketua, bersama Dr. Nina Lamatenggo, M.Pd. dan Mita Alvionita, M.Si. sebagai anggota. Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk mendukung proses pendampingan di lapangan.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pemanfaatan kulit ikan cakalang menjadi kerupuk kulit. Bagian tersebut yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah diolah menjadi produk pangan yang dapat dipasarkan sehingga memberikan nilai tambah dari bahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan.

Tidak hanya kulit, bagian perut ikan cakalang juga dimanfaatkan untuk dikembangkan menjadi olahan pangan yang dapat dikonsumsi. Pemanfaatan berbagai bagian ikan tersebut menjadi bagian dari pendekatan zero waste yang diterapkan dalam program, dengan tujuan mengurangi bagian yang terbuang sekaligus memperluas peluang pemanfaatan hasil perikanan.

Ketua tim pelaksana, Apt. Wiwit Zuriati Uno, M.Si., mengatakan bahwa inovasi tersebut diarahkan untuk melihat limbah ikan sebagai bahan yang masih memiliki potensi ekonomi.

“Inovasi yang kami lakukan adalah memanfaatkan beberapa bagian atau limbah dari ikan cakalang ini untuk dijadikan nilai ekonomi tinggi, seperti kerupuk kulit. Limbah perut dari ikan juga dimanfaatkan menjadi olahan pangan yang bisa dikonsumsi,” ucap Wiwit.

Selain pengembangan produk, program juga memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam memasarkan hasil olahan melalui teknologi digital. Tim pengabdian memberikan pelatihan pemasaran berbasis digital serta pendampingan dalam pemanfaatan media digital untuk mendukung promosi dan penjualan produk.

Pendampingan tersebut didukung dengan penyediaan aplikasi atau website yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk sekaligus mendukung proses pemasaran dan penjualan. Dengan demikian, pengembangan produk tidak berhenti pada tahap produksi, tetapi dilanjutkan dengan penguatan akses pasar melalui kanal digital.

Sementara itu, Ketua LPPM UNG, Prof. Lanto Ningrayati Amali, menyampaikan bahwa pemanfaatan limbah ikan menjadi produk bernilai ekonomi merupakan bentuk inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Selain mengurangi limbah, masyarakat juga memperoleh peluang untuk mengembangkan produk pangan dan memasarkannya melalui teknologi digital. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Imana,” ujar Prof Ning.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun model usaha berbasis zero waste yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dari bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pemasaran diharapkan dapat memperluas peluang pengembangan produk olahan ikan cakalang di Desa Imana.

Melalui program ini, masyarakat dan pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan pemanfaatan berbagai bagian ikan cakalang secara lebih optimal, menghasilkan produk pangan bernilai tambah, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran. Integrasi inovasi pengolahan dan digitalisasi tersebut menjadi langkah untuk membangun pemanfaatan hasil perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Agenda

23 September 2026

Diskusi Tindak lanjut Kerjasama

kunjungan dari LPPM Universitas Pattimura dalam rangka melakukan diskusi tindak lanjut kerjasama pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Hari, Tanggal : Rabu, 23 September 2026
Waktu : Pukul 09.00 WITA s.d selesai
Tempat : Ruang Sidang Lt. 2 LPPM UNG

15 - 17 September 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema KKN Tematik Tahap II dan KKN Tematik Infrastruktur Universitas Negeri Gorontalo Tahun Anggaran 2026

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026