Menentukan Lahan Terbaik untuk Porang: Penelitian Kolaboratif Hadirkan Kriteria Baru Berbasis Produktivitas

Oleh: Berty H. Meluko . 30 Juni 2026 . 15:40:41

 

Porang (Amorphophallus oncophyllus) semakin mendapat perhatian sebagai salah satu komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Umbinya yang kaya glukomanan dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, farmasi, hingga kosmetik. Seiring meningkatnya permintaan pasar, budidaya porang terus berkembang di berbagai daerah. Namun, tingginya potensi ekonomi tersebut tidak selalu diikuti dengan hasil panen yang optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan karakteristik lahan yang digunakan untuk budidaya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian kolaboratif yang dilakukan oleh Prof. Nurdin bersama tim mengembangkan kriteria baru dalam menilai kesesuaian lahan untuk budidaya porang. Berbeda dengan pendekatan konvensional yang umumnya mengacu pada karakteristik lahan secara umum, penelitian ini menyusun kriteria berdasarkan hubungan nyata antara kondisi lahan dan produktivitas tanaman, sehingga mampu memberikan gambaran yang lebih sesuai dengan kondisi budidaya di lapangan.

Penelitian dilaksanakan pada sentra-sentra budidaya porang di Provinsi Gorontalo dengan memadukan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan boundary line analysis. Melalui pendekatan tersebut, para peneliti menganalisis berbagai karakteristik lahan yang memengaruhi hasil panen, kemudian menyusun batas-batas kesesuaian lahan berdasarkan tingkat produktivitas optimum tanaman porang.

Dalam penelitian ini, karakteristik lahan dikelompokkan ke dalam dua dimensi utama, yaitu dimensi intrinsik yang berkaitan dengan sifat fisik dan kimia tanah, serta dimensi ekstrinsik yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Dimensi intrinsik mencakup kondisi media perakaran, retensi hara, ketersediaan unsur hara, hingga sifat kimia tanah, sedangkan dimensi ekstrinsik meliputi suhu, ketersediaan air, drainase, bahaya erosi, serta kondisi permukaan lahan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi intrinsik memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap produktivitas porang dibandingkan dimensi ekstrinsik. Di antara berbagai faktor yang dianalisis, retensi hara menjadi dimensi yang memberikan kontribusi paling besar terhadap hasil panen, diikuti oleh kondisi media perakaran dan ketersediaan unsur hara. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas tanah merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengembangan budidaya porang.

Lebih rinci, penelitian mengungkap bahwa karakteristik tanah seperti kapasitas menahan unsur hara, kandungan liat, kapasitas tukar kation (CEC), kandungan karbon organik, serta ketersediaan nitrogen, fosfor, dan kalium memiliki hubungan erat dengan produktivitas tanaman. Di sisi lain, faktor lingkungan seperti curah hujan, jumlah bulan basah, kemiringan lereng, tingkat erosi, serta keberadaan batuan di permukaan lahan juga berperan dalam menentukan tingkat kesesuaian lahan, meskipun pengaruhnya relatif lebih kecil dibandingkan faktor intrinsik tanah.

Salah satu kontribusi utama penelitian ini adalah penyusunan kriteria kesesuaian lahan baru yang mengelompokkan lahan ke dalam kelas S1 (sangat sesuai), S2 (cukup sesuai), S3 (sesuai marginal), dan N (tidak sesuai) berdasarkan produktivitas optimum tanaman porang. Dibandingkan kriteria yang telah digunakan sebelumnya, sistem baru ini mencakup lebih banyak atribut dan karakteristik lahan serta disusun berdasarkan hasil analisis empiris, sehingga dinilai lebih representatif dalam menggambarkan kondisi budidaya di lapangan.

Menurut para peneliti, kriteria yang dikembangkan berpotensi menjadi acuan bagi pemerintah, penyuluh pertanian, peneliti, maupun petani dalam menentukan lokasi pengembangan porang yang lebih produktif. Meski demikian, mereka juga menekankan bahwa penerapan kriteria ini masih perlu diuji pada wilayah dengan karakteristik lingkungan yang berbeda agar dapat digunakan secara lebih luas.

Secara keseluruhan, penelitian kolaboratif ini menunjukkan bahwa keberhasilan budidaya porang tidak hanya bergantung pada teknik budidaya, tetapi juga diawali dengan pemilihan lahan yang tepat. Dengan menghadirkan kriteria kesesuaian lahan yang lebih komprehensif dan berbasis produktivitas optimum, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi ilmiah dalam mendukung pengembangan budidaya porang yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia.

 

Sumber: https://agrivita.ub.ac.id/index.php/agrivita/article/view/4861

Agenda

3 November 2025

Klinik Proposal Penelitian dan Pengabdian Bagi Dosen di Lingkungan Universitas Negeri Gorontalo, Hibah DPPM KEMDIKTISAINTEK T.A. 2026

Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

21 - 23 Agustus 2025

Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset

Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo

3 Juli 2025

Coaching Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan 2025

Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater

23 Juni 2025

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian bagi Dosen UNG

Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG