
Mahasiswa KKN Tematik Tahap I Universitas Negeri Gorontalo mengembangkan inovasi pemanfaatan limbah sabut kelapa melalui program GALAPEAT di Desa Dunggala, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Program ini mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat, media tanam organik yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan limbah berbasis lingkungan.
GALAPEAT merupakan salah satu program unggulan KKN Tematik yang mengusung tema “Dunggala Digital Hub: Sinergi Multidisiplin dalam Branding Kearifan Lokal melalui Konten Edukasi Berbahasa Inggris untuk Global Marketing.” Inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Dosen Pendamping KKN Tematik, Haris Danial, S.Pd., M.A., menjelaskan bahwa pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Sabut kelapa yang sebelumnya dianggap limbah ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui GALAPEAT, kami ingin mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal sekaligus membangun identitas desa yang kuat berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Pelaksanaan program didukung oleh tim multidisiplin yang terdiri atas Prof. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., Muh. Rezky Friesta Payu, M.Si., dan Dr. Indri Wirahmi Bay, M.A. Kolaborasi lintas bidang keilmuan tersebut menjadi bagian penting dalam merancang program yang tidak hanya inovatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
Selain memperkenalkan konsep pemanfaatan limbah, mahasiswa KKN juga menyelenggarakan pelatihan pembuatan cocopeat yang melibatkan petani, anggota Karang Taruna, dan masyarakat Desa Dunggala. Peserta memperoleh pendampingan mulai dari proses pengolahan sabut kelapa hingga pemanfaatan cocopeat sebagai media tanam yang ramah lingkungan dan memiliki daya serap air yang baik.
Melalui pelatihan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan limbah pertanian, tetapi juga mendapatkan keterampilan baru yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha produktif berbasis potensi lokal. Pemanfaatan sabut kelapa menjadi cocopeat diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Program GALAPEAT menjadi salah satu contoh implementasi pengabdian yang mengintegrasikan inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk bernilai ekonomi sekaligus mendorong terciptanya desa yang lebih mandiri, inovatif, dan berwawasan lingkungan.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG