
Praktik diferensiasi pembelajaran di kelas awal sekolah dasar selama ini sering dipahami sebagai strategi untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa praktik tersebut memiliki makna yang lebih dalam, yaitu sebagai bentuk keadilan relasional yang tercermin dalam interaksi sehari-hari antara guru dan siswa.
Penelitian berjudul “Differentiation as Relational Equity: Ethnographic Insights from Early Primary Classrooms” yang dilakukan oleh Lukman Arsyad dan tim ini mengkaji secara langsung dinamika pembelajaran di kelas melalui pendekatan etnografi. Studi dilakukan di tiga sekolah dasar di Provinsi Gorontalo dengan melibatkan enam guru dan 42 siswa dari kelas awal.
Melalui observasi selama enam minggu, peneliti menemukan bahwa diferensiasi tidak selalu hadir dalam bentuk strategi besar yang direncanakan secara formal. Sebaliknya, praktik tersebut justru lebih sering muncul dalam bentuk penyesuaian-penyesuaian kecil yang dilakukan guru secara spontan di dalam kelas. Dalam satu sesi pembelajaran, guru dapat melakukan beberapa kali penyesuaian, mulai dari memperlambat tempo, mengubah cara menjelaskan, hingga memberikan dukungan emosional kepada siswa yang mengalami kesulitan.
Penyesuaian ini tidak hanya didasarkan pada kemampuan akademik, tetapi juga pada kepekaan guru terhadap kondisi siswa. Ekspresi wajah, tingkat keterlibatan, hingga tanda-tanda kebingungan menjadi dasar bagi guru untuk menentukan bagaimana mereka harus merespons.
Namun demikian, penelitian ini juga mengungkap bahwa tidak semua bentuk bantuan diterima dengan cara yang sama oleh siswa. Sebagian siswa merasa terbantu ketika dukungan diberikan secara halus dan tidak mencolok. Sebaliknya, bantuan yang diberikan secara terbuka di depan teman sebaya justru dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan memicu stigma. Temuan menunjukkan bahwa sebagian siswa lebih memilih bantuan yang diberikan secara personal karena dianggap lebih menjaga harga diri mereka.
Kondisi ini menunjukkan bahwa diferensiasi bukan hanya persoalan “apa yang diberikan”, tetapi juga “bagaimana cara memberikannya”. Guru dihadapkan pada dilema antara membantu siswa secara optimal dan menjaga persepsi keadilan di dalam kelas.
Lebih jauh, penelitian ini juga menyoroti adanya tekanan struktural yang memengaruhi praktik diferensiasi. Ukuran kelas yang besar, keterbatasan waktu, serta tuntutan kurikulum membuat guru tidak selalu leluasa dalam menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan setiap siswa.
Di balik semua itu, penelitian ini menegaskan bahwa diferensiasi pembelajaran melibatkan aspek yang sering luput dari perhatian, yaitu kerja emosional guru. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga harus mengelola hubungan, menjaga perasaan siswa, serta memastikan bahwa setiap anak merasa dihargai dalam proses belajar.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi dunia pendidikan. Diferensiasi tidak lagi dapat dipandang semata sebagai teknik instruksional, tetapi sebagai praktik etis dan relasional yang membutuhkan kepekaan, refleksi, serta dukungan sistem yang memadai.
Dengan demikian, pendidikan yang adil tidak hanya berbicara tentang kesetaraan hasil belajar, tetapi juga tentang bagaimana setiap siswa diperlakukan secara bermartabat dalam interaksi sehari-hari di kelas.
Author : Lukman Arsyad, Moon H. Otoluwa , Suleman Bouti, & M. Hilal Bouti
Source : https://www.sciedupress.com/journal/index.php/jct/article/view/28554
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG