
Inovasi ramah lingkungan dalam bidang pertanian terus dikembangkan oleh peneliti Indonesia. Tim dari Universitas Negeri Gorontalo berhasil mengkaji pemanfaatan tanaman katang-katang sebagai bahan dasar nanopestisida sekaligus imunostimulan untuk mengendalikan serangan kutu kebul dan Begomovirus pada cabai rawit.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Mohamad Lihawa, S.P., M.P, bersama Angry Pratama Solihin, S.P., M.Sc, Siska Irhamnawati Pulogu, S.P., M.Si, dan Najmah, S.Si., M.Si, yang merupakan bagian pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.
Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia. Namun, produksinya sering terganggu oleh serangan kutu kebul (whitefly) yang berperan sebagai vektor Begomovirus, penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 20–100 persen. Selama ini, pengendalian hama masih bergantung pada pestisida kimia sintetis. Penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi hama, resurjensi, serta pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sebagai solusi, tim peneliti mengembangkan pestisida nabati dari tanaman katang-katang yang kaya senyawa bioaktif. Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak tanaman ini diformulasikan menggunakan teknologi nano sehingga menghasilkan nanopestisida dengan stabilitas dan daya kerja yang lebih optimal. Selain berfungsi sebagai pestisida, formulasi ini juga berperan sebagai imunostimulan, yaitu mampu meningkatkan sistem ketahanan alami tanaman terhadap infeksi patogen.
Penelitian diawali dengan eksplorasi tanaman katang-katang di beberapa wilayah di Gorontalo, dilanjutkan dengan preparasi dan ekstraksi sampel. Proses sintesis nanopestisida kemudian dianalisis menggunakan berbagai teknik karakterisasi, antara lain:
Hasil analisis GC-MS menunjukkan keberadaan senyawa bioaktif dominan seperti chlorophyll, phytol, squalene, germacrene D, neophytadiene, eugenol, dan ester asam lemak, yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antimikroba, insektisida, dan antioksidan.
Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopestisida yang dihasilkan memiliki ukuran partikel rata-rata sekitar 119,6 nm, sementara ukuran kristal mencapai sekitar 52,96 nm. Struktur morfologi hasil analisis SEM memperlihatkan bentuk partikel berpori dengan ukuran nano rata-rata sekitar 111,3 nm. Ukuran dan struktur ini menjadi faktor penting yang mendukung peningkatan daya serap dan efektivitas senyawa aktif dalam mengendalikan hama serta melindungi tanaman.
Pengembangan nanopestisida berbasis katang-katang ini menawarkan pendekatan baru dalam pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi modern, penelitian ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, tetapi juga meningkatkan ketahanan tanaman secara alami.
Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan serangan hama dan penyakit tanaman. Ke depan, pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi ini secara luas di tingkat petani.
Dengan pendekatan berbasis sains dan potensi lokal, penelitian ini menunjukkan bahwa solusi inovatif untuk pertanian masa depan dapat lahir dari kekayaan hayati Indonesia sendiri.
Pelaksanaan kegiatan ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 03 November 2025, bertempat di Ruang Sidang Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Negeri Gorontalo. Seluruh dosen di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo diundang untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Kegiatan Bootcamp Exclusive Optimalisasi AI untuk Riset, Menulis Jurnal, dan Menulis Systematic Literature Review akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Agustus 2025. Tempat : Azlea Convention Center Gorontalo
Coaching Mahasiswa Peserta KKN Profesi Kesehatan Tahun 2025, Tempat : Auditorium UNG, Pukul : 10.00 Wita, Pakaian Mahasiswa : Putih Hitam Jas Almamater
Penandatangan Kontrak Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Bagi Dosen Penerima dan Kepala LPPM. Penelitian-PPM Biaya DPPM Dikti dan Internal PNBP UNG