Riset UNG Kembangkan Nanopestisida Berbasis Katang-katang untuk Kendalikan Kutu Kebul dan Begomovirus pada Cabai Rawit

Oleh: Berty H. Meluko . 8 April 2026 . 13:41:51

Inovasi ramah lingkungan dalam bidang pertanian terus dikembangkan oleh peneliti Indonesia. Tim dari Universitas Negeri Gorontalo berhasil mengkaji pemanfaatan tanaman katang-katang sebagai bahan dasar nanopestisida sekaligus imunostimulan untuk mengendalikan serangan kutu kebul dan Begomovirus pada cabai rawit.

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Mohamad Lihawa, S.P., M.P, bersama Angry Pratama Solihin, S.P., M.Sc, Siska Irhamnawati Pulogu, S.P., M.Si, dan Najmah, S.Si., M.Si, yang merupakan bagian pendanaan dari DPPM Kemdiktisaintek melalui skema Penelitian Fundamental Reguler tahun 2025.

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia. Namun, produksinya sering terganggu oleh serangan kutu kebul (whitefly) yang berperan sebagai vektor Begomovirus, penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 20–100 persen. Selama ini, pengendalian hama masih bergantung pada pestisida kimia sintetis. Penggunaan jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi hama, resurjensi, serta pencemaran lingkungan, sehingga diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai solusi, tim peneliti mengembangkan pestisida nabati dari tanaman katang-katang yang kaya senyawa bioaktif. Untuk meningkatkan efektivitasnya, ekstrak tanaman ini diformulasikan menggunakan teknologi nano sehingga menghasilkan nanopestisida dengan stabilitas dan daya kerja yang lebih optimal. Selain berfungsi sebagai pestisida, formulasi ini juga berperan sebagai imunostimulan, yaitu mampu meningkatkan sistem ketahanan alami tanaman terhadap infeksi patogen.

Penelitian diawali dengan eksplorasi tanaman katang-katang di beberapa wilayah di Gorontalo, dilanjutkan dengan preparasi dan ekstraksi sampel. Proses sintesis nanopestisida kemudian dianalisis menggunakan berbagai teknik karakterisasi, antara lain:

  • FTIR (Fourier Transform Infrared Spectroscopy)
  • GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry)
  • XRD (X-Ray Diffraction)
  • SEM (Scanning Electron Microscopy)
  • PSA (Particle Size Analysis)

Hasil analisis GC-MS menunjukkan keberadaan senyawa bioaktif dominan seperti chlorophyll, phytol, squalene, germacrene D, neophytadiene, eugenol, dan ester asam lemak, yang diketahui memiliki aktivitas sebagai antimikroba, insektisida, dan antioksidan.

Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopestisida yang dihasilkan memiliki ukuran partikel rata-rata sekitar 119,6 nm, sementara ukuran kristal mencapai sekitar 52,96 nm. Struktur morfologi hasil analisis SEM memperlihatkan bentuk partikel berpori dengan ukuran nano rata-rata sekitar 111,3 nm. Ukuran dan struktur ini menjadi faktor penting yang mendukung peningkatan daya serap dan efektivitas senyawa aktif dalam mengendalikan hama serta melindungi tanaman.

Pengembangan nanopestisida berbasis katang-katang ini menawarkan pendekatan baru dalam pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal dan teknologi modern, penelitian ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia, tetapi juga meningkatkan ketahanan tanaman secara alami.

Inovasi ini menjadi langkah penting dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan serangan hama dan penyakit tanaman. Ke depan, pengembangan lebih lanjut diharapkan dapat mendorong penerapan teknologi ini secara luas di tingkat petani.

Dengan pendekatan berbasis sains dan potensi lokal, penelitian ini menunjukkan bahwa solusi inovatif untuk pertanian masa depan dapat lahir dari kekayaan hayati Indonesia sendiri.

Agenda

10 September 2026

Monev Internal Penelitian Pendanaan Direktorat jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo.

10 September 2026

Penyamaan Persepsi Monev Inernal Program Penelitian Tahun 2026

Dalam rangka persiapan pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Penelitian
Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

8 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Gorontalo

7 September 2026

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026

Penyamaan Persepsi Reviewer Monev Internal Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendanaan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026